Sardi Efendi Soroti Pelatihan Kerja, Pemkot Bekasi Didorong Perkuat Pemberdayaan

Politik0 Dilihat

Potretkita.com | Kota Bekasi – Ketua DPRD Kota Bekasi, Sardi Efendi, menyoroti perlunya penguatan program pelatihan keterampilan dan kewirausahaan bagi masyarakat sebagai bagian dari upaya mengatasi pengangguran dan kemiskinan.

Photo: Kegiatan reses III 2026,Ketua DPRD Kota Bekasi Dr. Sardi Efendi, M.Pd., M.M.,

Pernyataan tersebut disampaikan Sardi, yang merupakan anggota DPRD dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dalam kegiatan Reses III Tahun 2026. Ia menilai kebutuhan masyarakat tidak hanya berkutat pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga mencakup peningkatan kompetensi yang dapat membuka peluang ekonomi.

Salah satu aspirasi yang diwujudkan dalam kegiatan tersebut adalah pelatihan pembuatan buket bagi masyarakat.

“Khususnya ibu-ibu. Keterampilan ini diharapkan dapat menjadi bekal untuk merintis usaha dan meningkatkan pendapatan keluarga, ” kata Sardi Efendi Jumat (9/10/2026).

Sardi juga menyebutkan sejumlah pelatihan lain yang dapat dikembangkan, seperti pembuatan kue bolu, kue ulang tahun, dan kue ketan.

Pelatihan Kerja Perlu Menjawab Kebutuhan Warga

Sardi menilai pemerintah daerah perlu memberikan perhatian lebih terhadap penyelenggaraan pelatihan keterampilan melalui dinas yang membidangi ketenagakerjaan.

“Pelatihan kerja semestinya menjadi salah satu upaya untuk memperluas kesempatan kerja, membantu masyarakat memperoleh keterampilan baru, serta mendorong lahirnya usaha mandiri, ” ujarnya.

Ia juga mengkritisi kondisi program pelatihan ketenagakerjaan yang dinilainya belum cukup menjawab kebutuhan masyarakat.

“Kurangnya pelatihan yang dapat membantu warga mengembangkan kompetensi dan mengatasi persoalan pengangguran, ” tegasnya.

Karena itu, ia berharap pemerintah lebih memahami kebutuhan masyarakat dan menghadirkan program pelatihan yang sesuai dengan kondisi di lapangan.

Reses Menjadi Saluran Aspirasi Ekonomi

Reses merupakan salah satu sarana bagi anggota DPRD untuk menyerap aspirasi masyarakat di daerah pemilihannya. Melalui kegiatan tersebut, kebutuhan warga dapat disampaikan sebagai bahan perhatian dalam pembahasan dan pengawasan kebijakan pemerintah daerah.

Dalam Reses III 2026 ini, aspirasi mengenai pelatihan kewirausahaan memperlihatkan pentingnya program pemberdayaan yang tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga peningkatan kemampuan ekonomi masyarakat.

Pelatihan yang berkelanjutan, materi yang sesuai kebutuhan, serta dukungan pengembangan usaha diharapkan dapat memperbesar manfaat program bagi peserta.

Dorongan Sardi tersebut menjadi pengingat bahwa penanganan pengangguran dan kemiskinan memerlukan langkah yang terintegrasi.

“Selain membuka kesempatan kerja, peningkatan keterampilan dan dukungan terhadap usaha kecil juga penting untuk memperkuat kemandirian ekonomi keluarga di Kota Bekasi, ” pungkasnya.

Komentar