Potretkita.com | Kota Bekasi – Pengembangan kendaraan listrik di Bekasi memasuki babak baru. Sekolah Tinggi Teknologi (STT) Bina Tunggal bersama iGreen+ meluncurkan program Green Campus yang menggabungkan pengembangan infrastruktur pengisian kendaraan listrik dengan pendidikan teknologi energi baru.
Kerja sama tersebut melibatkan PT Niscala Energi Indonesia dan diarahkan untuk membangun jaringan charging kendaraan listrik di sejumlah titik strategis Bekasi.
Ketua LPPM STT Bina Tunggal, Benny Tunggul, mengatakan kampus dipilih sebagai salah satu lokasi karena memiliki posisi strategis bagi mobilitas kendaraan dari Bekasi menuju Jakarta.
Menurut dia, kerja sama tersebut tidak sekadar menyediakan lahan untuk perangkat charging, tetapi juga mencakup penempatan peralatan, mobilisasi, serta aspek keamanan.
“Stasiun ini sebenarnya salah satu yang menjadi sarana strategis untuk kendaraan yang dari Bekasi, Bekasi-Jakarta,” kata Benny. Selepas acara peresmian. Sabtu (15/8/2026).
Dari kolaborasi tersebut, STT Bina Tunggal juga mendorong rencana pembangunan sekitar 20 titik charging kendaraan listrik di Bekasi. Titik-titik tersebut nantinya akan disesuaikan dengan kebutuhan dan tingkat strategis suatu kawasan.
Benny mengatakan pengembangan jaringan akan dilakukan dengan melibatkan pemerintah daerah dan Kadin.
“Kita akan sesuaikan dengan titik sesuai kebutuhan. Salah satu yang terdekat mungkin kita ambil dekat proyek, karena daerah itu cukup strategis, karena itu pusat kota,” ujarnya.
iGreen+ Bidik 1.000 Stasiun
Business Development Director iGreen+, Sylvia Han, mengungkapkan jaringan iGreen+ di Indonesia terus bertambah.
Saat ini, lebih dari 40 stasiun telah online dan sekitar 20 stasiun lainnya masih dalam proses pembangunan.
Tahun ini, iGreen+ menargetkan dapat mencapai 200 stasiun, sementara dalam tiga sampai lima tahun mendatang perusahaan membidik 1.000 stasiun di seluruh Indonesia.
Fokus pengembangan tidak hanya berada di Jabodetabek, tetapi juga mencakup Bandung, Yogyakarta, Bali, dan wilayah lainnya.
Bagi Sylvia, tantangan terbesar bukan semata membangun perangkat charging, tetapi memastikan pembangunan jaringan dapat berlangsung cepat dengan standar pelayanan yang konsisten.
“Kita bisa menyampaikan di setiap lokasi dengan kualitas yang sama dan pengalaman pengisian yang lebih baik,” katanya.
iGreen+ juga menempatkan jarak dan kemudahan akses sebagai bagian penting dalam pembangunan jaringan. Pengguna diharapkan dapat menemukan stasiun charging dalam radius yang relatif dekat.
Konsep tersebut dilengkapi pengisian DC, layanan 24 jam, serta dukungan servis secara online.
Mahasiswa Bisa Belajar Langsung
Program Green Campus STT Bina Tunggal juga memiliki sisi pendidikan. Mahasiswa tidak hanya melihat teknologi kendaraan listrik sebagai teori di ruang kelas, tetapi dapat menyaksikan langsung proses pemasangan hingga pengoperasian perangkat.
Business Development Specialist iGreen+, Yasmin, mengatakan mahasiswa akan memperoleh kesempatan belajar langsung bersama tim support dan engineer iGreen+ selama proses instalasi.
“Mahasiswa itu bisa langsung belajar di lokasi dengan tim support dan tim engineer kita. Jadi lihat langsung real casenya seperti apa,” ujarnya.
STT Bina Tunggal menjadi kampus kedua yang masuk dalam rangkaian kerja sama pendidikan iGreen+, setelah Universitas Esa Unggul. Berikutnya, kerja sama direncanakan berlanjut ke President University di Cikarang.
Sementara itu, pengembangan jaringan charging di Jabodetabek masih berlangsung. Sekitar 20 titik berada dalam tahap pembangunan untuk mengejar kebutuhan pengisian kendaraan listrik yang terus berkembang.
“Selanjutnya kita ke Bandung, Jogja, dan Bali yang lagi kita fokuskan saat ini,” kata Yasmin.
Untuk Bekasi, iGreen+ telah memiliki titik layanan di Grand Galaxy Park dan Lotte Plaza, serta membuka peluang kerja sama lanjutan.
Kolaborasi tersebut menempatkan STT Bina Tunggal bukan hanya sebagai lokasi pengembangan charging kendaraan listrik, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem pendidikan dan teknologi yang mendukung percepatan penggunaan kendaraan listrik di Indonesia.





Komentar