Potretkita.com | BOGOR – Pengelolaan sampah tak lagi sekadar soal lingkungan. Di Desa Cipambuan, Kabupaten Bogor, Universitas Borobudur mendorong hasil pengolahan sampah organik memiliki nilai ekonomi lebih tinggi melalui penguatan keterampilan desain grafis dan pemasaran digital.
Upaya itu dilakukan melalui pelatihan desain grafis bagi 27 anggota Komunitas Iklim Sungai Cikeas (KISUCI) di Desa Cipambuan, Kecamatan Babakan Madang, Kamis (20/8/2026).

Ketua Tim PKM Universitas Borobudur Dr. H. Kemas Herman, mengatakan bahwa Pelatihan menjadi bagian dari program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Borobudur bertajuk “Sinergi Regulasi Desa Berbasis Digital dalam Pemberdayaan Ekonomi Sirkular Pengelolaan Sampah Organik KISUCI Menuju Desa Tangguh Iklim dan Mandiri Energi.”
“Keterampilan desain dipilih karena produk yang dihasilkan dari pengolahan sampah organik KISUCI, seperti kompos, pupuk cair, pelet, dan produk budidaya maggot, memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi sumber pendapatan masyarakat, ” ujarnya.
Namun, kata Herman, potensi tersebut membutuhkan dukungan identitas produk, kemasan informasi, komunikasi visual, serta promosi melalui media digital agar mampu menjangkau pasar lebih luas.
“Dalam pelatihan, peserta diarahkan memahami pemanfaatan desain visual sebagai sarana menyampaikan pesan lingkungan sekaligus memperkuat promosi produk KISUCI di media sosial, ” katanya.
Menurutnya, Penguatan kemampuan tersebut diharapkan dapat meningkatkan nilai jual produk sekaligus membuka peluang ekonomi berkelanjutan berbasis pengelolaan sampah.
“Program PKM ini tidak berhenti pada pelatihan desain grafis. Universitas Borobudur juga mengintegrasikan pendampingan regulasi desa, digitalisasi pemantauan sampah, teknologi pengolahan sampah organik, serta pengembangan pemasaran digital, ” jelasnya.
Herman mengatakan, bahwa Konsep tersebut diarahkan untuk membangun ekosistem ekonomi sirkular yang melibatkan masyarakat secara aktif, sekaligus memperkuat tata kelola dan kelembagaan KISUCI.
Tim PKM terdiri atas Dr. KMS Herman, S.H., M.H., M.Si.; Ir. Essy Malays Sari Sakti, M.MSI.; dan Dila Hariyanti Tarigan, S.H., M.H., dengan dukungan mahasiswa Endah Retno Asih, Hexa Christyan Putra, dan Rayhan Dava Batubara.
Kegiatan bermitra dengan KISUCI yang dipimpin Dr. Ir. H. Hayu S. Prabowo, M.Hum., bersama Ir. Essy Malays Sari Sakti, M.MSi.
Program PKM tersebut dilaksanakan selama tiga bulan, mulai 1 Juli hingga 30 September 2026. Target akhirnya adalah mendorong pengelolaan sampah organik yang lebih tertata, meningkatkan kualitas dan pemasaran produk daur ulang, serta mendukung terwujudnya Desa Cipambuan sebagai desa tangguh iklim dan mandiri energi.
Kehadiran program ini sekaligus memperlihatkan peran perguruan tinggi dalam menjembatani pengetahuan, teknologi, dan kebutuhan masyarakat agar pengelolaan lingkungan dapat berkembang menjadi kekuatan ekonomi desa.





Komentar