Alit: ASN Harus Jadi Contoh Hidupkan Pasar Tradisional

Ekonomi0 Dilihat

Potretkita.com | Kota Bekasi – Upaya menghidupkan kembali pasar tradisional di Kota Bekasi dinilai perlu dimulai dari aparatur pemerintah. Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Bekasi, Alit Jamaluddin, menilai aparatur sipil negara (ASN) dapat menjadi contoh sekaligus bagian dari stimulasi aktivitas ekonomi masyarakat.

Alit mengatakan, aparatur pemerintah yang tersebar di berbagai kecamatan, kelurahan dan perangkat daerah dapat diarahkan untuk berbelanja di pasar tradisional terdekat dari lokasi mereka bekerja.

Menurut dia, pola tersebut lebih memungkinkan terciptanya pemerataan aktivitas perdagangan dibandingkan jika seluruh aparatur hanya diarahkan ke satu lokasi pasar.

“Jangan hanya terkonsentrasi di satu pasar. Aparatur bisa berbelanja di pasar terdekat sesuai wilayahnya, sehingga ada pemerataan,” kata Alit. Di DPRD Kota Bekasi Rabu (30/9/2026).

Ia menilai, langkah tersebut tidak hanya berkaitan dengan aktivitas belanja aparatur, tetapi juga dapat menjadi contoh bagi masyarakat.

Dengan adanya aktivitas belanja yang lebih merata, pasar tradisional di berbagai wilayah diharapkan tetap memiliki daya tarik dan mampu bertahan di tengah persaingan dengan pusat perdagangan modern.

Pemerintah Diminta Tak Hanya Mengajak Masyarakat

Alit menegaskan, ajakan kepada masyarakat untuk kembali berbelanja di pasar tradisional harus disertai contoh dari pemerintah.

Menurutnya, ketika pemerintah ingin mendorong masyarakat meningkatkan aktivitas belanja di pasar tradisional, aparatur pemerintah seharusnya ikut memulai gerakan tersebut.

Langkah ini juga dinilai dapat menjadi cara untuk melihat secara langsung kondisi daya beli masyarakat di lapangan.

“Kalau inisiatifnya menggalakkan masyarakat kembali berbelanja di pasar, harus dimulai dari aparaturnya dulu. Aparatur menjadi contoh,” ujarnya.

Di sisi lain, Alit mengingatkan pemerintah untuk memperhatikan stabilitas harga dan ketersediaan stok, khususnya ketika memasuki periode Nataru yang biasanya diwarnai perubahan harga sejumlah komoditas.

Ia mengatakan stimulasi ekonomi tidak cukup hanya dengan meningkatkan aktivitas belanja. Pemerintah juga perlu memastikan kebutuhan masyarakat tersedia dengan harga yang tetap terkendali.

Penataan Pasar Jadi Pekerjaan Rumah

Selain persoalan daya beli, Alit menyebut penataan pasar masih menjadi pekerjaan rumah Pemerintah Kota Bekasi.

Menurut dia, sejumlah pasar yang masih berada di bawah pengelolaan pemerintah perlu mendapatkan perhatian dan penataan secara bertahap.

Penataan tersebut mencakup kebersihan, kerapian, kenyamanan masyarakat serta pengaturan lalu lintas di sekitar kawasan pasar.

“Pasar yang bersih dan tertata tentu membuat masyarakat lebih nyaman. Penataannya juga harus memperhatikan lalu lintas agar tidak menjadi penyebab kemacetan,”  katanya.

Alit menilai pembenahan pasar perlu dilakukan secara menyeluruh dan tidak hanya terpusat pada Pasar Baru

Pemerintah Kota Bekasi, lanjutnya, perlu menginventarisasi pasar-pasar lain yang membutuhkan penataan lebih lanjut sehingga pembenahan dapat dilakukan secara simultan.

“Pemerintah harus melihat pasar-pasar mana lagi yang perlu dilakukan penataan lebih lanjut,” pungkas Alit.

Komentar