Potretkita.com | Kota Bekasi – Persoalan banjir akibat buruknya sistem drainase menjadi aspirasi utama warga RW 36 yang diserap Ketua Komisi III DPRD Kota Bekasi, Arif Rahman Hakim, saat melaksanakan kegiatan Reses III. Ia menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan pembangunan drainase guna meminimalkan risiko banjir yang kerap terjadi setiap musim hujan.

Politisi senior PDI Perjuangan tersebut menyampaikan, kegiatan reses kali ini dilaksanakan di dua titik dalam wilayah perumahan villa indah permai (VIP) RW 36, yakni RT 9 dan RT 10, serta RT 7. Dalam pertemuan itu, warga menyampaikan sejumlah kebutuhan lingkungan, terutama perbaikan dan pembangunan saluran drainase.
“Memang di sini rawan banjir. Setiap musim hujan, wilayah ini sudah pasti rawan banjir. Karena itu, kita akan fokus pada pembangunan drainase,” ujar Arif. Minggu (11/10/2026).
Menurutnya, sejumlah RT telah mengajukan usulan pembangunan saluran air. Salah satu wilayah yang menyampaikan kebutuhan tersebut adalah RT 9. Aspirasi itu akan menjadi perhatian dalam upaya mendorong penanganan persoalan banjir di lingkungan RW 36.
Arif juga mengungkapkan rencana pembangunan drainase di sekitar Danau RW 36 pada tahun ini. Pembangunan tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi genangan dan meminimalkan dampak banjir yang selama ini dikeluhkan masyarakat.
Selain menyerap aspirasi terkait infrastruktur, kegiatan tersebut bertepatan dengan peresmian dua titik gapura di wilayah RW 36. Peresmian itu menjadi bagian dari upaya mendukung penataan lingkungan sekaligus memenuhi kebutuhan masyarakat setempat.
Perjuangkan Pokok Pikiran Dewan
Dalam kesempatan tersebut, Arif turut menyinggung pentingnya keberlanjutan program pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD agar aspirasi masyarakat yang dihimpun melalui reses dapat diperjuangkan dan direalisasikan.
Ia berharap program pokir tetap tersedia sehingga kebutuhan warga yang telah disampaikan dapat ditindaklanjuti melalui mekanisme perencanaan dan penganggaran pemerintah daerah.
Terkait realisasi aspirasi yang telah diperjuangkan, Arif menyebut nilainya secara keseluruhan hampir mencapai Rp3 miliar. Anggaran tersebut tersebar di sejumlah kelurahan di wilayah kecamatan, sementara beberapa kegiatan lainnya masih dalam proses pembangunan.
“Secara global, yang sudah terealisasi hampir Rp3 miliar di seluruh kelurahan kecamatan. Ada beberapa yang belum terealisasi dan saat ini masih dalam proses pembangunan,” ungkapnya.
Melalui Reses III tersebut, Arif berharap aspirasi masyarakat RW 36, terutama mengenai pembangunan drainase, dapat ditindaklanjuti secara bertahap. Penanganan infrastruktur pengendali air menjadi salah satu kebutuhan penting untuk mengurangi risiko banjir dan meningkatkan kenyamanan warga.





Komentar