Potretkita.com | Kota Bekasi – Persoalan drainase, fasilitas lingkungan, kondisi jalan hingga kemacetan akses keluar kawasan Harapan Indah menjadi aspirasi utama warga Kelurahan Pejuang, Kecamatan Medan Satria, Kota Bekasi.
Aspirasi tersebut disampaikan langsung kepada anggota DPRD Kota Bekasi dari Fraksi PAN, Abdul Muin Hafied, saat menggelar reses hari pertama di lingkungan RT 014/RW 011 dan RW 012, Kamis (8/10/2026).
Dalam pertemuan tersebut, warga menyampaikan berbagai kebutuhan yang dinilai masih memerlukan perhatian pemerintah daerah. Tidak hanya infrastruktur dasar, masyarakat juga mengusulkan fasilitas penunjang aktivitas di tingkat lingkungan.
Beberapa persoalan yang menjadi perhatian meliputi drainase dan saluran air, pembangunan sarana dan prasarana kantor RT/RW, lapangan olahraga, kondisi jalan serta kemacetan di akses keluar kawasan Harapan Indah.
“Masih ada keluhan masyarakat dan cukup banyak permintaan terkait permasalahan lingkungan, terutama drainase atau saluran air,” ujar Abdul Muin Hafied.
Drainase Jadi Perhatian
Menurut Abdul Muin, persoalan drainase menjadi salah satu aspirasi yang cukup banyak disampaikan warga. Kondisi saluran air dinilai berkaitan langsung dengan kenyamanan dan aktivitas masyarakat sehari-hari.
Selain drainase, warga mengusulkan pembangunan serta peningkatan fasilitas kantor RT/RW. Sarana tersebut dianggap penting untuk mendukung pelayanan administrasi dan kegiatan kemasyarakatan.
Warga juga meminta adanya lapangan olahraga yang dapat digunakan untuk kegiatan masyarakat sekaligus menjadi ruang aktivitas positif bagi anak-anak dan generasi muda.
Seluruh masukan tersebut dicatat sebagai bagian dari aspirasi masyarakat untuk menjadi bahan dalam menjalankan fungsi representasi di DPRD Kota Bekasi.
Kemacetan Akses Harapan Indah Disorot
Persoalan transportasi juga mendapat perhatian. Warga menyoroti akses keluar kawasan Harapan Indah yang kerap mengalami kepadatan pada pagi hari.
Kemacetan biasanya terjadi ketika aktivitas masyarakat menuju tempat kerja dan sekolah meningkat.
Selain akses Harapan Indah, warga turut menyampaikan persoalan kondisi Jalan Utama Pejuang serta sejumlah saluran air yang masih membutuhkan penanganan.
Abdul Muin menegaskan, aspirasi yang disampaikan warga tidak sekadar menjadi catatan dalam kegiatan reses.
“Aspirasi masyarakat sudah kami terima dan menjadi catatan. Selanjutnya akan kami kawal sesuai kewenangan dan mekanisme yang ada,” katanya.
Reses menjadi ruang bagi masyarakat menyampaikan persoalan secara langsung kepada wakil rakyat. Aspirasi tersebut selanjutnya menjadi bahan dalam pembahasan program maupun anggaran daerah dengan mempertimbangkan skala prioritas dan kemampuan keuangan pemerintah daerah.





Komentar