PGIS Kota Bekasi Jadi Tuan Rumah Rapat Koordinasi PGIS se Jawa Barat

Seni Budaya0 Dilihat

potretkita.com | Kota Bekasi – Persekutuan Gereja di Indonesia Setempat (PGIS) se-Jawa Barat menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) di GKPI Bekasi Utara, Sabtu (6/6/2025).

Pertemuan strategis ini menjadi momentum penting untuk menyatukan visi, mengevaluasi program kerja, serta menyusun langkah-langkah strategis dalam memperkuat pemberdayaan masyarakat dan pembinaan generasi muda di Jawa Barat.

Photo: Rakor PGIS se-Jabar Teguhkan Komitmen Bangun Generasi Mandiri dan Sejahtera 2026(Doc.cam)

Rakor yang berlangsung di kawasan Ruko Komplek Permata Hijau, Bekasi Utara, dihadiri pengurus dan perwakilan PGIS dari berbagai daerah di Jawa Barat. Kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari jajaran Majelis Pimpinan Wilayah Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia Wilayah (MPH PGIW) Jawa Barat.

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua I MPH PGIW Jawa Barat Pdt. Dr. Margie Ririhena de-Wanna, Sekretaris Umum Pdt. Riska Berkat Mendrofa, St. Meiclin Simajuntak, Penatua Daud P. Togu Hutagalung, Pdt. Alex, serta para pimpinan PGIS dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Barat.

Kehadiran para pimpinan MPH PGIW Jawa Barat dinilai menjadi bukti kuat sinergi dan dukungan terhadap peran PGIS dalam membangun masyarakat, khususnya melalui program sosial, pendidikan, dan pembinaan generasi muda.

Ketua Pelaksana Kegiatan sekaligus Ketua Umum PGIS Kota Bekasi, Pdt. Dr. Uli Saut Nainggolan, menegaskan bahwa Rakor ini menjadi forum penting untuk memperkuat konsolidasi organisasi dan menyamakan arah gerak seluruh PGIS di Jawa Barat.

“Rapat koordinasi ini menjadi momentum penting untuk memperkuat persatuan, meningkatkan sinergi, dan memastikan seluruh program organisasi berjalan lebih efektif demi mewujudkan generasi Indonesia yang mandiri, berdaya saing, dan sejahtera,” ujar Pdt. Uli dalam sambutannya.

Selain membahas evaluasi program yang telah berjalan, peserta Rakor juga mendiskusikan berbagai tantangan yang dihadapi di masing-masing daerah. Berbagai masukan dan gagasan strategis disampaikan guna menghasilkan solusi yang tepat sasaran dan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Hasil pertemuan tersebut diharapkan menjadi pijakan kuat bagi PGIS se-Jawa Barat dalam menjalankan program-program pemberdayaan masyarakat, penguatan sektor pendidikan, hingga pengembangan ekonomi kerakyatan sepanjang tahun berjalan.

Sementara itu, Ketua I MPH PGIW Jawa Barat, Pdt. Dr. Margie Ririhena de-Wanna, memberikan apresiasi atas konsistensi PGIS dalam menjalankan berbagai kegiatan sosial dan pembinaan generasi muda di berbagai wilayah.

Menurutnya, kolaborasi yang kuat antara PGIS dan MPH PGIW Jawa Barat menjadi kunci dalam menjawab berbagai kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.

“Sinergi ini sangat penting agar setiap program yang dijalankan dapat memberikan manfaat lebih luas, menjawab kebutuhan masyarakat, serta memperkuat persaudaraan dan pelayanan di tengah kehidupan sosial,” kata Pdt. Margie.

Ia juga menekankan pentingnya perencanaan yang matang dalam menjalankan setiap program organisasi. Menurutnya, seluruh kegiatan harus disesuaikan dengan kapasitas organisasi, prioritas program kerja, serta dukungan anggaran yang tersedia agar hasilnya lebih optimal.

“Setiap tantangan harus mampu diubah menjadi peluang. Program yang dijalankan harus terukur, sesuai kemampuan organisasi, dan memberikan dampak maksimal bagi masyarakat,” tegasnya.

Arahan tersebut mendapat sambutan positif dari seluruh peserta Rakor. Mereka sepakat untuk memperkuat koordinasi lintas daerah, meningkatkan kolaborasi dengan MPH PGIW Jawa Barat, serta memastikan setiap program kerja dapat dilaksanakan secara efektif dan berkelanjutan.

Rakor PGIS se-Jawa Barat ditutup dengan komitmen bersama untuk memperkuat konsolidasi organisasi, menyatukan visi pelayanan, serta mengoptimalkan berbagai program pemberdayaan masyarakat demi terciptanya kesejahteraan yang lebih merata di Jawa Barat.

Komentar