Potretkita.com | Bekasi – Festival Bakcang atau Festival Perahu Naga berlangsung meriah di kawasan Hollywood Junction Jababeka, Kabupaten Bekasi, dengan diikuti sekitar 500 peserta dari berbagai kalangan. Perayaan budaya yang sarat nilai sejarah, patriotisme, dan kebersamaan ini menjadi ruang silaturahmi lintas generasi sekaligus memperkuat semangat toleransi di tengah keberagaman masyarakat.
Festival yang telah menjadi tradisi masyarakat Tionghoa tersebut tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga mengangkat pesan tentang pengorbanan, persatuan, serta harapan akan kesehatan dan keselamatan bagi seluruh masyarakat.
Perayaan ini berakar dari kisah Qu Yuan, seorang menteri dan penyair ternama dari Kerajaan Chu pada masa Dinasti Zhou. Dalam sejarahnya, Qu Yuan dikenal sebagai sosok yang setia kepada negara hingga memilih mengorbankan dirinya demi mempertahankan kehormatan dan martabat bangsanya.
Dari peristiwa itulah lahir tradisi melempar bakcang ke sungai sebagai bentuk penghormatan kepada Qu Yuan. Sementara lomba perahu naga yang kini menjadi ikon utama festival merupakan simbol upaya masyarakat yang dahulu berusaha menyelamatkan jasad sang patriot.
Ragam Kegiatan Meriahkan Festival
Festival Bakcang di Hollywood Junction Jababeka menghadirkan berbagai kegiatan yang menarik perhatian pengunjung. Penampilan barongsai yang energik menjadi salah satu atraksi favorit yang memukau peserta.
Selain itu, panitia juga menggelar lomba membuat bakcang, lomba makan bakcang, hingga lomba melempar bakcang yang menghidupkan kembali makna tradisi tersebut. Suasana semakin semarak dengan hiburan musik yang menghadirkan nuansa modern sehingga mampu menarik minat generasi muda.
Kegiatan-kegiatan tersebut menjadikan Festival Bakcang tidak hanya sebagai perayaan budaya, tetapi juga sarana edukasi yang memperkenalkan nilai-nilai sejarah kepada masyarakat luas.
Pererat Ikatan Keluarga dan Persatuan
Lebih dari sekadar festival, perayaan ini menjadi momentum mempererat hubungan keluarga dan memperkuat solidaritas sosial. Tradisi membungkus bakcang bersama menjadi sarana pewarisan nilai budaya dari generasi tua kepada generasi muda.
Secara filosofis, bentuk bakcang yang memiliki empat sudut dan menyatu pada satu titik tengah melambangkan persatuan dalam keberagaman. Filosofi tersebut mengajarkan bahwa perbedaan arah dan latar belakang dapat dipersatukan dalam tujuan bersama yang kuat.
Selain itu, masyarakat juga memaknai Festival Bakcang sebagai momen pembersihan diri dan harapan akan kehidupan yang lebih baik. Berbagai tradisi yang dilakukan dipercaya membawa keberuntungan, kesehatan, dan kesejahteraan bagi keluarga.
Yayasan Dharmapala Dorong Pelestarian Budaya
Ketua Pelaksana Festival sekaligus Pengurus Yayasan Dharmapala, Januar, mengaku bersyukur atas suksesnya penyelenggaraan acara yang dihadiri ratusan peserta tersebut.
“Alhamdulillah, Festival Bakcang tahun ini berjalan lancar dan diikuti sekitar 500 peserta. Kami bersyukur dapat menjadi bagian dari upaya melestarikan tradisi dan budaya yang penuh makna ini,” ujarnya.
Menurut Januar, festival tersebut menjadi bukti nyata bahwa toleransi dan kebersamaan dapat tumbuh di tengah masyarakat Kabupaten Bekasi yang beragam.
Ia berharap pelaksanaan festival pada tahun mendatang dapat digelar dengan skala yang lebih besar serta melibatkan lebih banyak generasi muda agar warisan budaya tetap lestari dan tidak tergerus zaman.
Nasionalisme dan Semangat Bhinneka Tunggal Ika
Sementara itu, Wakil Ketua DPC PDIP Kabupaten Bekasi, Muhamad Fauzi, menilai Festival Bakcang memiliki pesan kuat tentang nasionalisme dan pengabdian kepada bangsa.
Menurutnya, kisah Qu Yuan mengajarkan bahwa cinta tanah air tidak hanya diwujudkan melalui kata-kata, tetapi juga melalui pengorbanan dan dedikasi untuk menjaga kehormatan negara.
“Nilai nasionalisme yang diwariskan melalui kisah Qu Yuan memiliki kesamaan dengan perjuangan para pahlawan Indonesia yang rela berkorban demi kemerdekaan dan kedaulatan bangsa,” katanya.
Ia juga menyoroti filosofi bentuk bakcang yang dianggap selaras dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika, di mana keberagaman suku, agama, ras, dan budaya dapat bersatu dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Budaya yang Tetap Relevan
Festival Bakcang 2026 di Hollywood Junction Jababeka membuktikan bahwa warisan budaya tidak hanya menjadi bagian dari sejarah, tetapi tetap relevan dan mampu mempererat hubungan sosial di tengah masyarakat modern.
Dengan memadukan nilai tradisi dan sentuhan kekinian, festival ini berhasil menjadi wadah kebersamaan bagi ratusan peserta dari berbagai latar belakang. Semangat toleransi, persatuan, dan cinta tanah air yang tercermin dalam perayaan tersebut diharapkan terus tumbuh dan menjadi kekuatan dalam menjaga harmoni masyarakat Kabupaten Bekasi.





Komentar