potretkita.com | Surabaya – Suasana Grand City Convention Hall Surabaya berubah menjadi arena penuh ketegangan saat kartu-kartu domino disusun rapi di atas meja pertandingan. Di balik permainan sederhana ini, tersimpan strategi dan perhitungan yang menentukan kemenangan.
Momen dramatis terjadi ketika Emansyah, warga Gresik, Jawa Timur, berhasil mengunci kemenangan dalam Surabaya Domino Tournament 2026 yang digelar oleh Higgs Games Island (HGI).
Turnamen bergengsi dengan total hadiah Rp200 juta ini bukan sekadar kompetisi biasa. Ajang tersebut sekaligus mempertegas bahwa domino kini berkembang sebagai olahraga pikiran atau mind sport yang membutuhkan kecerdasan taktik dan konsentrasi tinggi.
Bagi Emansyah, kemenangan itu bukan hanya soal trofi.
“Domino bukan permainan untung-untungan. Kita harus membaca pola permainan lawan dan menentukan langkah terbaik,” ujarnya dengan senyum lega setelah pertandingan.
Perubahan cara pandang terhadap domino juga disampaikan Ray, perwakilan HGI. Menurutnya, kualitas pertandingan para finalis menunjukkan bahwa permainan ini memiliki struktur kompetisi yang semakin matang.
“Ketika pemain mampu bermain dengan strategi dan fokus tinggi, publik mulai melihat domino sebagai olahraga pikiran yang serius,” jelasnya. Rabu (22/4/2026).
Kesuksesan turnamen ini juga tidak lepas dari dukungan berbagai organisasi, termasuk PB PORDI dan Komite Olahraga Nasional Indonesia yang mendorong pengembangan domino sebagai cabang olahraga berbasis strategi.
Peserta datang dari berbagai daerah di Indonesia. Marlina dari Samarinda, Kalimantan Timur, mengaku terkesan dengan atmosfer kompetisi di Surabaya.
“Kompetisinya terasa sangat profesional. Ini membuat domino semakin dihargai sebagai olahraga strategi,” ujarnya.
Euforia domino pun belum berhenti. Dalam waktu dekat, HGI akan menggelar HGI City Cup 2026 Surabaya Fest, sebuah festival yang memadukan turnamen domino, karnaval budaya, hingga pertunjukan musik.
Bagi banyak pemain, momentum ini menjadi tanda bahwa domino telah memasuki era baru: dari permainan santai menjadi olahraga pikiran yang kompetitif.






Komentar