potretkita.com | Kota Bekasi – Aktor sekaligus publik figur Ali Zaenal memberikan apresiasi terhadap kegiatan pengajian rutin yang digelar Ketua DPC PAN Bekasi Utara, Lukman Hakim atau yang akrab disapa Bos Alex, setiap tanggal 2 di Bekasi Utara.

Menurut Ali Zaenal, majelis tersebut bukan sekadar forum keagamaan, melainkan menjadi wadah memperkuat ukhuwah Islamiyah dan membangun persaudaraan tanpa membedakan latar belakang organisasi keagamaan maupun kelompok masyarakat.
“Bang Alex menjadi magnet, bukan hanya untuk urusan dunia, tetapi juga akhirat. Setiap tanggal 2 selalu ada maulid dan open house. Siapa saja boleh datang. Yang saya lihat, di sini tidak ada perbedaan, semuanya duduk bersama dalam semangat persaudaraan Islam,” ujar Ali Zaenal. Selepas acara Pengajian bulanan. Minggu (2/8/2026).
Ia mengaku terkesan dengan suasana kebersamaan yang tercipta dalam setiap pelaksanaan pengajian tersebut. Menurutnya, menghadirkan ratusan jamaah secara rutin setiap bulan bukan perkara mudah.
“Kalau setiap bulan orang mau datang, duduk bersama, mengikuti kajian dengan nyaman, berarti memang ada rasa memiliki dan satu frekuensi. Dari situ silaturahmi menjadi semakin luas dan keberkahan akan terus mengalir,” katanya.
Ali Zaenal berharap kegiatan serupa dapat berkembang lebih luas hingga menjangkau seluruh wilayah Kota Bekasi.
Menurutnya, kegiatan keagamaan yang dikemas secara terbuka mampu menjadi perekat masyarakat sekaligus memperkuat sinergi antarwarga.
Ia juga menilai, sosok putra daerah memiliki kelebihan dalam memahami kebutuhan masyarakat di lingkungannya sendiri.
“Kalau yang mengurus kampung adalah orang kampung sendiri, tentu lebih memahami persoalan yang dihadapi dan tahu apa yang harus diperbaiki,” ungkapnya.
Bos Alex: Pengajian Adalah Amanah Orang Tua
Sementara itu, Ketua DPC PAN Bekasi Utara Lukman Hakim (Bos Alex) mengatakan kegiatan pengajian rutin tersebut merupakan amanah yang diwariskan oleh orang tuanya.
Menurutnya, tempat yang kini menjadi lokasi majelis memang sejak awal diharapkan menjadi pusat kegiatan keagamaan dan silaturahmi masyarakat.
“Tujuan utamanya memang menjalankan amanah orang tua agar tempat ini tetap hidup dengan kegiatan ibadah. Alhamdulillah sekarang menjadi masjid yang rutin menggelar pembacaan Asmaul Husna dan pengajian setiap tanggal 2,” katanya.
Bos Alex menegaskan bahwa majelis tersebut terbuka untuk seluruh masyarakat tanpa membedakan latar belakang organisasi Islam.
“Di sini tidak ada perbedaan NU, Muhammadiyah ataupun lainnya. Kita semua satu sebagai umat Islam. Bahkan berbeda keyakinan saja bisa hidup berdampingan dan saling menghormati, apalagi sesama muslim tidak seharusnya terpecah hanya karena perbedaan organisasi,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, pengajian tersebut telah berjalan hampir tujuh tahun dengan dukungan kader dan relawan, termasuk kelompok Srikandi PAN yang aktif menggelar kegiatan sosial maupun keagamaan.
Dalam setiap pelaksanaan pengajian, jumlah jamaah yang hadir bahkan mencapai lebih dari 300 orang.
“Kadang kami menyiapkan 250 porsi makanan, ternyata masih kurang. Semua ini kami syukuri sebagai keberkahan. Tidak semua orang mampu menggelar kegiatan seperti ini secara konsisten jika tidak dilandasi niat yang ikhlas,” pungkasnya.





Komentar