Piala Dunia 2026 Hadir dengan 48 Negara, Italia Tersingkir, Jepang Siap Jadi Kuda Hitam

Olahraga0 Dilihat

potretkita.com | Jakarta – Piala Dunia 2026 akan menjadi salah satu edisi paling bersejarah dalam perjalanan sepak bola dunia. Untuk pertama kalinya, turnamen sepak bola terbesar di dunia itu akan diikuti oleh 48 negara peserta dan digelar di tiga negara sekaligus, yakni Kanada, Amerika Serikat, dan Meksiko.

Pemerhati sepak bola Iwan Saputra mengatakan, perubahan format tersebut menjadi babak baru dalam sejarah sepak bola internasional karena memberikan kesempatan yang lebih luas bagi negara-negara berkembang untuk tampil di panggung dunia.

“Format 48 peserta membuat persaingan semakin menarik. Negara-negara yang sebelumnya sulit menembus putaran final kini memiliki peluang lebih besar untuk menunjukkan kualitasnya di level tertinggi,” ujar Iwan Saputra. Senin (8/6/2026).

Menurut Iwan, proses kualifikasi yang berlangsung hampir dua setengah tahun telah menghadirkan berbagai drama dan kejutan, termasuk kegagalan Italia mengamankan tiket menuju putaran final.

Salah satu kejutan terbesar datang dari Eropa setelah Italia harus tersingkir dalam laga playoff melawan Bosnia dan Herzegovina. Setelah bermain imbang 1-1 hingga babak perpanjangan waktu, Italia kalah 1-4 melalui adu penalti dan dipastikan gagal tampil di Piala Dunia 2026.

“Kegagalan Italia tentu menjadi kehilangan besar bagi Piala Dunia. Italia adalah salah satu negara dengan sejarah dan tradisi sepak bola yang sangat kuat. Namun, sepak bola selalu menghadirkan kejutan,” kata Iwan.

Absennya Azzurri membuat Italia kembali mencatat sejarah pahit dengan gagal lolos ke putaran final Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara beruntun.

Meski demikian, Iwan menilai persaingan menuju gelar juara tetap akan didominasi negara-negara elite sepak bola dunia. Ia menyebut Spanyol, Brasil, Argentina, Jerman, Inggris, Prancis, Belanda, dan Portugal sebagai kandidat terkuat peraih trofi.

“Spanyol memiliki regenerasi pemain yang luar biasa. Brasil selalu kaya talenta. Argentina datang sebagai juara bertahan, sementara Jerman, Inggris, dan Prancis tetap menjadi kekuatan utama. Belanda dan Portugal juga memiliki kualitas untuk melangkah jauh,” jelasnya.

Di luar deretan unggulan tersebut, Iwan menyoroti Jepang sebagai tim yang berpotensi menjadi kuda hitam pada Piala Dunia 2026.

Menurutnya, perkembangan sepak bola Jepang dalam beberapa tahun terakhir berlangsung sangat pesat. Banyak pemain Samurai Biru yang kini bermain di kompetisi elite Eropa dan memiliki pengalaman menghadapi pemain-pemain terbaik dunia.

“Jepang bukan lagi sekadar peserta pelengkap. Mereka sudah berkali-kali membuktikan mampu mengalahkan tim besar. Dengan format baru dan kualitas skuad yang dimiliki saat ini, Jepang berpeluang menjadi salah satu kejutan terbesar di Piala Dunia 2026,” ungkap Iwan.

Piala Dunia 2026 tidak hanya akan menjadi ajang perebutan trofi sepak bola paling bergengsi di dunia, tetapi juga momentum lahirnya kekuatan-kekuatan baru yang siap menantang dominasi negara-negara besar.

Saat peluit pertama dibunyikan di Amerika Utara, perhatian dunia akan kembali tertuju pada satu pertanyaan besar: apakah para raksasa sepak bola kembali berjaya, atau justru kejutan besar akan lahir dari tim-tim nonunggulan?

Komentar