potretkita.com | Bekasi – Potret sengketa jual beli mesin kembali mencuat setelah seorang pembeli bernama Iwan mengaku belum menerima sisa dana pengembalian sebesar Rp22,5 juta dari penjual mesin ber inisial S. Hingga kini, pembayaran yang dijanjikan disebut telah macet selama empat bulan tanpa kejelasan.
Menurut keterangan Iwan, persoalan bermula saat dirinya membeli sebuah mesin dari seorang penjual inisial S dengan nilai transaksi sebesar Rp45 juta. Namun, setelah barang diterima, mesin tersebut dinilai tidak sesuai dengan permintaan dan kebutuhan yang sebelumnya disepakati.
“Awalnya saya membeli mesin dari saudara S dengan harga Rp45 juta. Setelah barang datang ternyata tidak cocok dengan permintaan, lalu saya koordinasi dengan penjual,” ujar Iwan saat dikonfirmasi. Rabu (13/5/2026).
Dalam proses penyelesaian, S disebut bersedia mengembalikan sebagian dana pembelian. Dari total transaksi Rp45 juta, disepakati pengembalian dana sebesar Rp35 juta dengan sistem pembayaran bertahap atau dicicil.
Kesepakatan tersebut dilakukan dengan alasan mesin akan dijual kembali kepada pihak lain sehingga penjual meminta waktu untuk mengembalikan dana secara bertahap setelah barang terjual.
Namun dalam perjalanannya, Iwan mengaku pembayaran tidak berjalan sesuai komitmen. Dari total pengembalian yang dijanjikan, hingga saat ini masih tersisa Rp22,5 juta yang belum dibayarkan.
“Sudah empat bulan terakhir pembayaran macet dan tidak ada transfer lagi. Saat dihubungi lewat WhatsApp maupun telepon juga sulit dan terkesan menghindar,” ungkapnya.
Iwan menilai hingga kini belum ada itikad baik dari pihak penjual untuk menyelesaikan kewajiban pengembalian dana yang masih tersisa tersebut.
Kasus ini pun menjadi perhatian karena menyangkut kepercayaan dalam transaksi jual beli barang bernilai besar, terlebih penyelesaian dilakukan secara kekeluargaan namun belum menemukan titik terang.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak penjual, Inisial S, terkait dugaan keterlambatan pengembalian dana tersebut.
Meski demikian, awak media pada jumat 15/5/ dini hari masih terus berupaya melakukan konfirmasi guna memperoleh penjelasan dan keterangan lebih lanjut dari pihak terkait.





Komentar