Jasa Raharja Perkuat Ketahanan Ekonomi 179 Ahli Waris Korban Kecelakaan

Ekonomi0 Dilihat

Potretkita.com | Jakarta – Kehilangan pasangan akibat kecelakaan lalu lintas dapat membawa tantangan besar bagi keluarga, terutama dalam menjaga kestabilan ekonomi rumah tangga. Untuk membantu menghadapi kondisi tersebut, PT Jasa Raharja (Persero) memperkuat program literasi keuangan bagi ahli waris perempuan, khususnya para ibu yang kehilangan pasangan.

Pada Semester I 2026, program tersebut menjangkau 179 peserta di Sumatera Utara, Jawa Timur, dan Jawa Tengah. Edukasi yang diberikan tidak hanya membahas pengelolaan keuangan keluarga, tetapi juga perencanaan masa depan, akses pembiayaan, serta peluang mengembangkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, menegaskan bahwa perlindungan bagi keluarga korban kecelakaan perlu melampaui pemberian santunan. Peningkatan kapasitas penerima manfaat juga menjadi bagian penting agar mereka dapat mengelola keuangan secara terencana dan menghadapi tantangan ekonomi dengan lebih baik.

“Literasi keuangan menjadi salah satu bekal penting agar mereka dapat merencanakan kebutuhan keluarga, menjaga stabilitas ekonomi, dan melihat peluang untuk mengembangkan usaha,” ujar Awaluddin, Kamis (15/10/2026).

Membekali Keluarga Mengelola Keuangan

Program literasi keuangan ini dirancang agar peserta memperoleh pengetahuan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari menentukan prioritas pengeluaran rumah tangga, merencanakan kebutuhan jangka panjang, hingga mengenali peluang usaha yang sesuai dengan kemampuan masing-masing keluarga.

Selain itu, peserta diberikan pemahaman mengenai peran dan fungsi Jasa Raharja dalam memberikan perlindungan dasar kepada korban kecelakaan. Materi lainnya mencakup kewajiban terkait kendaraan bermotor, termasuk Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ), serta pemanfaatan layanan pembayaran digital.

Pendekatan tersebut diharapkan membantu ahli waris mengambil keputusan keuangan secara lebih bijak sekaligus membuka wawasan mengenai peluang peningkatan pendapatan melalui kegiatan usaha.

“Setiap keluarga memiliki tantangan dan kebutuhan yang berbeda. Karena itu, edukasi yang kami berikan perlu dekat dengan kehidupan sehari-hari, mulai dari mengatur pengeluaran rumah tangga hingga mengenali peluang usaha yang dapat dikembangkan. Kami berharap pengetahuan ini dapat menjadi modal bagi para peserta untuk membangun ketahanan ekonomi keluarga secara bertahap,” kata Awaluddin.

179 Peserta di Sumatera hingga Jawa

Pelaksanaan program pada Semester I 2026 berlangsung di tiga kota.

Di Medan, Sumatera Utara, kegiatan pada 15 April 2026 diikuti 50 peserta. Materi mencakup perencanaan keuangan, pengelolaan keuangan masa depan, pemahaman tentang UMKM, serta peran pajak kendaraan bermotor dan SWDKLLJ. Kegiatan ini melibatkan Dinas Koperasi UKM Kota Medan dan pelaku UMKM.

Di Surabaya, Jawa Timur, program dilaksanakan pada 22 Mei 2026 dengan jumlah 55 peserta. Jasa Raharja berkolaborasi dengan Permodalan Nasional Madani (PNM) dan lembaga pelatihan terkait untuk mendukung pelaksanaan edukasi.

Adapun kegiatan di Kota Pekalongan, Jawa Tengah, berlangsung pada 18 Juni 2026 dan diikuti 74 peserta.

Dari ketiga kegiatan tersebut, jumlah peserta mencapai 179 orang.

Pemahaman Peserta Meningkat

Jasa Raharja mengevaluasi program melalui pengukuran pengetahuan peserta sebelum dan sesudah mengikuti kegiatan. Berdasarkan laporan pelaksanaan, hasil evaluasi memperlihatkan peningkatan pemahaman di ketiga wilayah, meskipun tingkat peningkatannya tidak sama.

Hasil evaluasi tersebut digunakan sebagai salah satu bahan untuk menilai efektivitas materi dan menyempurnakan program selanjutnya.

Jasa Raharja juga merencanakan perluasan kegiatan pada Semester II 2026 ke Sulawesi Selatan, Banten, dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Kolaborasi dengan PNM, dinas terkait, serta mitra UMKM akan dilanjutkan untuk menjaga kesinambungan edukasi dan pemberdayaan ekonomi penerima manfaat.

“Jasa Raharja akan terus mengembangkan program yang tidak hanya memberikan pemahaman, tetapi juga membuka ruang bagi masyarakat untuk meningkatkan kapasitas diri. Kami berharap literasi keuangan dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan keluarga sekaligus menghadirkan manfaat yang berkelanjutan bagi para penerima perlindungan,” tutup Awaluddin.

Komentar

News Potret