Halal Bihalal, Ormas Gibas Mantapkan Silaturahmi dan Peran Aktif Pembangunan

Seni Budaya0 Dilihat

potretkita.com | Kota Bekasi – Organisasi masyarakat Gabungan Inisiatif Barisan Anak Siliwangi (GIBAS) Resort Kota Bekasi menggelar kegiatan halal bihalal sekaligus santunan anak yatim sebagai bagian dari agenda rutin tahunan organisasi.

Kegiatan tersebut berlangsung di kantor Sekretariat GIBAS Resort Kota Bekasi pada Kamis (23/4/2026). Acara dihadiri Dewan pembina GIBAS Kota Bekasi H. Zaini Sidi, Ketua DPRD Kota kota Sardi Efendi, camat Bekasi barat, lurah, perwakilan kodim 05/07 Bekasi,Polres metro Bekasi Kota, serta para ketua sektor dan sub sektor dari berbagai wilayah di Kota Bekasi.

Ketua GIBAS Kota Bekasi, Deni Muhamad Ali, mengatakan kegiatan halal bihalal ini menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus membangkitkan kembali semangat organisasi setelah bulan Ramadan.

“Alhamdulillah, meski sudah hampir satu bulan setelah Idulfitri, kita masih bisa melaksanakan agenda rutin tahunan halal bihalal GIBAS Kota Bekasi. Setelah kegiatan ini, saya berharap seluruh aktivitas organisasi bisa kembali berjalan lebih baik,” ujar Deni dalam sambutannya.

Menurutnya, selama bulan Ramadan sebagian besar kegiatan organisasi memang difokuskan pada ibadah. Karena itu, pasca halal bihalal ini seluruh program kerja organisasi diharapkan kembali aktif.

Ia menegaskan bahwa berbagai kegiatan rutin seperti pengajian bulanan dan program sosial lainnya akan terus dijalankan sebagai bentuk komitmen organisasi kepada masyarakat.

Deni juga mengajak seluruh anggota GIBAS untuk berperan aktif dalam pembangunan Kota Bekasi. Menurutnya, masyarakat Bekasi tidak boleh hanya menjadi penonton dalam proses pembangunan daerahnya.

“Kita sebagai masyarakat Kota Bekasi harus ikut berperan dalam pembangunan. Jangan hanya menjadi penonton. Kota Bekasi ini harus kita bangun bersama,” tegasnya.

Selain itu, Deni mengungkapkan pihaknya bersama aliansi organisasi kemasyarakatan di Kota Bekasi tengah mengusulkan konsep pemberdayaan ormas kepada pemerintah daerah. Konsep tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat bagi anggota organisasi sekaligus berkontribusi bagi daerah.

Ia bahkan menyampaikan gagasan agar melalui program pemberdayaan tersebut, organisasi kemasyarakatan dapat ikut memberikan kontribusi terhadap pendapatan daerah.

“Saya pernah menyampaikan kepada Wali Kota bahwa aliansi ormas tidak perlu diberikan dana. Justru melalui pemberdayaan yang tepat, kami optimistis bisa menyumbang hingga Rp20 miliar per tahun untuk APBD,” katanya.

Menurut Deni, konsep tersebut masih terus didorong agar dapat direalisasikan bersama pemerintah daerah demi meningkatkan peran organisasi kemasyarakatan dalam pembangunan Kota Bekasi.

Kegiatan halal bihalal GIBAS Kota Bekasi ditutup dengan doa bersama serta penyerahan santunan kepada anak-anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial organisasi kepada masyarakat sekitar.

Komentar