{"id":10681,"date":"2025-07-03T11:06:15","date_gmt":"2025-07-03T04:06:15","guid":{"rendered":"https:\/\/potretkita.com\/?p=10681"},"modified":"2025-07-03T11:08:33","modified_gmt":"2025-07-03T04:08:33","slug":"ncw-menyesalkan-kebijakan-rombel-50-siswa-gubernur-dianggap-mengabaikan-standar-pendidikan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/potretkita.com\/?p=10681","title":{"rendered":"NCW menyesalkan kebijakan rombel 50 siswa. Gubernur dianggap mengabaikan standar pendidikan"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Potretkita.com<\/strong><\/span> &#8211; Bekasi || Keputusan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi melalui Surat Keputusan No. 463.1\/Kep.323-Disdik\/2025 menuai kritik tajam dari berbagai kalangan.<\/p>\n<p>Salah satunya datang dari Lembaga Swadaya Masyarakat Nasional Corruption Watch (NCW) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Bekasi Raya, yang menyatakan keprihatinan mendalam serta menolak tegas kebijakan yang memperbolehkan satu rombongan belajar (rombel) diisi hingga 50 siswa di sekolah negeri dalam program Pencegahan Anak Putus Sekolah (PAPS).<\/p>\n<p>Ketua NCW DPD Bekasi Raya, Herman Parulian Simaremare, S.Pd., menilai kebijakan tersebut tidak hanya melanggar ketentuan nasional, tetapi juga memperparah kondisi pendidikan di Jawa Barat yang selama ini menghadapi berbagai tantangan, terutama keterbatasan fasilitas dan sumber daya manusia.<\/p>\n<p>\u201cKami memandang kebijakan ini bukan strategi pendidikan, tapi bentuk pengalihan tanggung jawab negara kepada guru dan sekolah yang sudah kelebihan beban. Ini bukan solusi jangka panjang, melainkan langkah instan yang mengorbankan kualitas,\u201d tegas Herman dalam keterangannya. Pada rabu, (2\/7\/2025).<\/p>\n<p><span style=\"color: #0000ff;\"><em>Bertentangan dengan Aturan Nasional<\/em><\/span><\/p>\n<p>Menurut NCW, kebijakan tersebut bertentangan langsung dengan sejumlah regulasi nasional yang mengatur standar minimal dalam proses belajar mengajar. Di antaranya:<\/p>\n<p>Permendikbudristek No. 22 Tahun 2023 Pasal 12, yang mensyaratkan ruang belajar memiliki luas minimal 2 meter persegi per siswa. Artinya, kelas untuk 50 siswa harus memiliki luas minimal 100 meter persegi, yang sulit dijumpai di sekolah negeri saat ini.<\/p>\n<p>Permendikbudristek No. 47 Tahun 2023 Pasal 8, yang secara tegas menyatakan jumlah maksimal siswa per rombel adalah 36 orang.<\/p>\n<p>Dengan melanggar ketentuan ini, Gubernur dinilai telah mendorong kebijakan yang berisiko menabrak norma hukum dan membuka celah terjadinya maladministrasi di tingkat pelaksanaan.<\/p>\n<p><em><span style=\"color: #0000ff;\">Dampak Negatif Kebijakan<\/span><\/em><\/p>\n<p>NCW menilai, penerapan rombel dengan 50 siswa justru akan menciptakan berbagai dampak negatif, seperti:<\/p>\n<p>Kondisi ruang belajar yang padat dan tidak kondusif, yang menghambat fokus dan kenyamanan siswa.<br \/>\nBeban kerja guru yang meningkat secara drastis tanpa kompensasi atau dukungan yang memadai.<\/p>\n<p>Penurunan kualitas interaksi antara guru dan siswa, serta berkurangnya efektivitas pengawasan dan pembelajaran.<\/p>\n<p>\u201cPendidikan bukan sekadar urusan kuantitas daya tampung. Negara wajib menjamin mutu dan keadilan layanan pendidikan, bukan membiarkan sekolah mengorbankan kualitas demi statistik semata,\u201d lanjut Herman.<\/p>\n<p><span style=\"color: #3366ff;\"><em>Tuntutan NCW kepada Gubernur Jawa Barat<\/em><\/span><\/p>\n<p>Sebagai bentuk tanggung jawab terhadap masa depan pendidikan, NCW DPD Bekasi Raya mendesak Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk segera:<\/p>\n<p>1. Merevisi kebijakan yang memperbolehkan rombel hingga 50 siswa karena bertentangan dengan standar nasional pendidikan.<\/p>\n<p>2.Menyusun solusi jangka panjang dan struktural, seperti membangun ruang kelas baru, menambah sekolah negeri, serta memperkuat kemitraan dengan sekolah swasta.<\/p>\n<p>3.Melibatkan pengawasan independen dari lembaga seperti Ombudsman RI dan Inspektorat Daerah agar tidak terjadi penyimpangan dan beban sepihak terhadap satuan pendidikan.<\/p>\n<p>NCW menegaskan bahwa pendidikan berkualitas tidak bisa dicapai melalui pendekatan kuantitatif semata. Keberpihakan terhadap hak siswa dan guru dalam proses belajar mengajar harus dijadikan dasar dalam setiap pengambilan kebijakan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Potretkita.com &#8211; Bekasi || Keputusan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi melalui Surat <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/potretkita.com\/?p=10681\" title=\"NCW menyesalkan kebijakan rombel 50 siswa. Gubernur dianggap mengabaikan standar pendidikan\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":14,"featured_media":10682,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[3,9],"tags":[1783],"newstopic":[960],"class_list":{"0":"post-10681","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-daerah","8":"category-pendidikan","9":"tag-kebijakan-gubernur-tuai-kritikan","10":"newstopic-pendidikan"},"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.3 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>NCW menyesalkan kebijakan rombel 50 siswa. Gubernur dianggap mengabaikan standar pendidikan - Potret Kita<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Permendikbudristek No. 47 Tahun 2023 Pasal 8, yang secara tegas menyatakan jumlah maksimal siswa per rombel adalah 36 orang.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/potretkita.com\/?p=10681\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"NCW menyesalkan kebijakan rombel 50 siswa. Gubernur dianggap mengabaikan standar pendidikan - Potret Kita\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Permendikbudristek No. 47 Tahun 2023 Pasal 8, yang secara tegas menyatakan jumlah maksimal siswa per rombel adalah 36 orang.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/potretkita.com\/?p=10681\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Potret Kita\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-07-03T04:06:15+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-07-03T04:08:33+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/potretkita.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/IMG_20250201_215737-e1751515612747.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"600\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"338\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Potret Kita\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Potret Kita\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/potretkita.com\\\/?p=10681#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/potretkita.com\\\/?p=10681\"},\"author\":{\"name\":\"Potret Kita\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/potretkita.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/20d7a55506eddb180cf4f9d59c1b29ca\"},\"headline\":\"NCW menyesalkan kebijakan rombel 50 siswa. Gubernur dianggap mengabaikan standar pendidikan\",\"datePublished\":\"2025-07-03T04:06:15+00:00\",\"dateModified\":\"2025-07-03T04:08:33+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/potretkita.com\\\/?p=10681\"},\"wordCount\":436,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/potretkita.com\\\/?p=10681#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/potretkita.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/07\\\/IMG_20250201_215737-e1751515612747.png\",\"keywords\":[\"Kebijakan Gubernur tuai kritikan\"],\"articleSection\":[\"Daerah\",\"Pendidikan\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/potretkita.com\\\/?p=10681#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/potretkita.com\\\/?p=10681\",\"url\":\"https:\\\/\\\/potretkita.com\\\/?p=10681\",\"name\":\"NCW menyesalkan kebijakan rombel 50 siswa. Gubernur dianggap mengabaikan standar pendidikan - Potret Kita\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/potretkita.com\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/potretkita.com\\\/?p=10681#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/potretkita.com\\\/?p=10681#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/potretkita.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/07\\\/IMG_20250201_215737-e1751515612747.png\",\"datePublished\":\"2025-07-03T04:06:15+00:00\",\"dateModified\":\"2025-07-03T04:08:33+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/potretkita.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/20d7a55506eddb180cf4f9d59c1b29ca\"},\"description\":\"Permendikbudristek No. 47 Tahun 2023 Pasal 8, yang secara tegas menyatakan jumlah maksimal siswa per rombel adalah 36 orang.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/potretkita.com\\\/?p=10681#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/potretkita.com\\\/?p=10681\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/potretkita.com\\\/?p=10681#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/potretkita.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/07\\\/IMG_20250201_215737-e1751515612747.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/potretkita.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/07\\\/IMG_20250201_215737-e1751515612747.png\",\"width\":600,\"height\":338,\"caption\":\"Foto : Keluarga besar Nasional Corruption Watch (NCW) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Bekasi Raya, saat giat rapat kerja (Doc.cam)\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/potretkita.com\\\/?p=10681#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/potretkita.com\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"NCW menyesalkan kebijakan rombel 50 siswa. Gubernur dianggap mengabaikan standar pendidikan\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/potretkita.com\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/potretkita.com\\\/\",\"name\":\"Potret Kita\",\"description\":\"Jendela Informasi Teraktual\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/potretkita.com\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/potretkita.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/20d7a55506eddb180cf4f9d59c1b29ca\",\"name\":\"Potret Kita\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/potretkita.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/04\\\/Picsart_25-01-18_10-47-19-172-150x150.png\",\"url\":\"https:\\\/\\\/potretkita.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/04\\\/Picsart_25-01-18_10-47-19-172-150x150.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/potretkita.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/04\\\/Picsart_25-01-18_10-47-19-172-150x150.png\",\"caption\":\"Potret Kita\"},\"sameAs\":[\"http:\\\/\\\/www.potretkita.com\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/potretkita.com\\\/?author=14\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"NCW menyesalkan kebijakan rombel 50 siswa. Gubernur dianggap mengabaikan standar pendidikan - Potret Kita","description":"Permendikbudristek No. 47 Tahun 2023 Pasal 8, yang secara tegas menyatakan jumlah maksimal siswa per rombel adalah 36 orang.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/potretkita.com\/?p=10681","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"NCW menyesalkan kebijakan rombel 50 siswa. Gubernur dianggap mengabaikan standar pendidikan - Potret Kita","og_description":"Permendikbudristek No. 47 Tahun 2023 Pasal 8, yang secara tegas menyatakan jumlah maksimal siswa per rombel adalah 36 orang.","og_url":"https:\/\/potretkita.com\/?p=10681","og_site_name":"Potret Kita","article_published_time":"2025-07-03T04:06:15+00:00","article_modified_time":"2025-07-03T04:08:33+00:00","og_image":[{"width":600,"height":338,"url":"https:\/\/potretkita.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/IMG_20250201_215737-e1751515612747.png","type":"image\/png"}],"author":"Potret Kita","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Potret Kita","Estimasi waktu membaca":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/potretkita.com\/?p=10681#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/potretkita.com\/?p=10681"},"author":{"name":"Potret Kita","@id":"https:\/\/potretkita.com\/#\/schema\/person\/20d7a55506eddb180cf4f9d59c1b29ca"},"headline":"NCW menyesalkan kebijakan rombel 50 siswa. Gubernur dianggap mengabaikan standar pendidikan","datePublished":"2025-07-03T04:06:15+00:00","dateModified":"2025-07-03T04:08:33+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/potretkita.com\/?p=10681"},"wordCount":436,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/potretkita.com\/?p=10681#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/potretkita.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/IMG_20250201_215737-e1751515612747.png","keywords":["Kebijakan Gubernur tuai kritikan"],"articleSection":["Daerah","Pendidikan"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/potretkita.com\/?p=10681#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/potretkita.com\/?p=10681","url":"https:\/\/potretkita.com\/?p=10681","name":"NCW menyesalkan kebijakan rombel 50 siswa. Gubernur dianggap mengabaikan standar pendidikan - Potret Kita","isPartOf":{"@id":"https:\/\/potretkita.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/potretkita.com\/?p=10681#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/potretkita.com\/?p=10681#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/potretkita.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/IMG_20250201_215737-e1751515612747.png","datePublished":"2025-07-03T04:06:15+00:00","dateModified":"2025-07-03T04:08:33+00:00","author":{"@id":"https:\/\/potretkita.com\/#\/schema\/person\/20d7a55506eddb180cf4f9d59c1b29ca"},"description":"Permendikbudristek No. 47 Tahun 2023 Pasal 8, yang secara tegas menyatakan jumlah maksimal siswa per rombel adalah 36 orang.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/potretkita.com\/?p=10681#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/potretkita.com\/?p=10681"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/potretkita.com\/?p=10681#primaryimage","url":"https:\/\/potretkita.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/IMG_20250201_215737-e1751515612747.png","contentUrl":"https:\/\/potretkita.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/IMG_20250201_215737-e1751515612747.png","width":600,"height":338,"caption":"Foto : Keluarga besar Nasional Corruption Watch (NCW) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Bekasi Raya, saat giat rapat kerja (Doc.cam)"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/potretkita.com\/?p=10681#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/potretkita.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"NCW menyesalkan kebijakan rombel 50 siswa. Gubernur dianggap mengabaikan standar pendidikan"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/potretkita.com\/#website","url":"https:\/\/potretkita.com\/","name":"Potret Kita","description":"Jendela Informasi Teraktual","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/potretkita.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/potretkita.com\/#\/schema\/person\/20d7a55506eddb180cf4f9d59c1b29ca","name":"Potret Kita","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/potretkita.com\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/Picsart_25-01-18_10-47-19-172-150x150.png","url":"https:\/\/potretkita.com\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/Picsart_25-01-18_10-47-19-172-150x150.png","contentUrl":"https:\/\/potretkita.com\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/Picsart_25-01-18_10-47-19-172-150x150.png","caption":"Potret Kita"},"sameAs":["http:\/\/www.potretkita.com"],"url":"https:\/\/potretkita.com\/?author=14"}]}},"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/potretkita.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10681","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/potretkita.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/potretkita.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/potretkita.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/14"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/potretkita.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=10681"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/potretkita.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10681\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":10683,"href":"https:\/\/potretkita.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10681\/revisions\/10683"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/potretkita.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/10682"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/potretkita.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=10681"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/potretkita.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=10681"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/potretkita.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=10681"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/potretkita.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fnewstopic&post=10681"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}