Potretkita.com – Kota Bekasi || Plaza Patriot Candrabhaga Kota Bekasi dipenuhi ribuan warga masyarakat yang antusias menyaksikan pagelaran wayang kulit. Acara ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan HUT Kota Bekasi yang ke-28.
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, mengungkapkan bahwa acara ini tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai upaya untuk menjaga dan melestarikan budaya lokal.
Tri Adhianto menyampaikan bahwa pagelaran wayang kulit ini diadakan sebagai bagian dari perayaan ulang tahun kota yang diadakan pada bulan Maret, namun terpaksa ditunda hingga bulan April karena pasca banjir dan suasana Ramadhan.

“Mudah-mudahan ini adalah bagian dari 100 hari memberikan hiburan kepada warga masyarakat,” ujar Mas Tri pada sabtu (12/4/2025) malam.
Ia menekankan pentingnya menjaga kelestarian budaya, dan mengungkapkan rencana untuk mengadakan acara Silaturahmi dan Lebaran Bekasi pada minggu terakhir bulan April.
Dia mengatakan, Pagelaran ini merupakan hasil inisiatif dari berbagai komunitas, termasuk komunitas Wayang, Kastri, dan komunitas Jawa.
“Bahwa acara ini menjadi sarana bagi warga untuk merindukan suasana pertunjukan wayang, yang mungkin sulit diakses sebelumnya dan berharap warga dapat menikmati, ” ungkapnya.
Tri Adhianto menegaskan bahwa pemerintah berperan sebagai fasilitator dalam acara ini.
“Pemerintah hanya berada di belakang saja, hari ini yang berada di depan bukan pemerintah, tetapi komunitas dan warga masyarakat,” jelasnya.
Ia menyoroti pentingnya dukungan dan semangat dari pemerintah untuk mendorong inisiatif warga dalam menyelenggarakan acara budaya.
Dengan adanya pagelaran wayang kulit ini, diharapkan budaya lokal dapat terus tumbuh dan berkembang, serta menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Kota Bekasi. Acara ini tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga memperkuat rasa kebersamaan dan identitas budaya di tengah masyarakat.
Sebagai Informasi Pagelaran wayang kali ini mengangkat lakon yang dikemas dengan pendekatan kekinian, tanpa meninggalkan unsur filosofi tradisional. Ki Gunarto menyisipkan pesan-pesan kebangsaan, pentingnya toleransi, dan nilai-nilai kejujuran dalam kehidupan bermasyarakat.






Komentar