FKLPID Jabar Resmi Luncurkan Program Pemasaran Digital

Uncategorized0 Dilihat

Potretkita.com – Kota Bekasi || Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan Industri Daerah (FKLPID) Jawa Barat telah resmi meluncurkan program pelatihan pemasaran berbasis digital bagi mahasiswa dan alumni perguruan tinggi di lima kabupaten/kota: Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Subang, Kabupaten Purwakarta, dan Kabupaten Karawang.

Ketua FKLPID Jawa Barat, Benny Tunggul, menyatakan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya untuk mencetak 10 ribu wirausaha baru di Jawa Barat. Kerjasama ini dilakukan bersama Dinas Tenaga Kerja Provinsi Jawa Barat.”

Benny Tunggul Ketua Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan Industri Daerah Jabar (dok.cam)

Pentingnya program pelatihan ini untuk mempersiapkan mahasiswa dan alumni menjadi wirausaha sebelum mereka lulus kuliah, ” ungkap Benny

Langkah ini diambil untuk membantu menekan angka penurunan terbuka yang saat ini berada di angka 6,75 persen. Program pelatihan juga menyasar pelatihan bagi UMKM, yang sebelumnya telah melatih 1.000 UMKM dan menyerap hampir 3.000 tenaga kerja.

“Targetnya, dari UMKM yang ada, akan tumbuh wirausaha baru yang dapat mengurangi angka kemiskinan hingga 20 ribu, ” katanya.

Pelatihan ini akan mencakup kemampuan teknis (hard skill) dan keterampilan personal branding (soft skill). Peserta akan dilatih dalam pemasaran digital dan membangun personal branding agar siap memasuki dunia usaha.

“FKLPID juga membuka pelatihan untuk 500 calon tenaga kerja baru yang akan disiapkan untuk masuk industri. Pelatihan ini bekerja sama dengan dua perusahaan asal Jepang, dan akan berlangsung selama dua hingga tiga bulan dengan fokus pada otomasi dan teknologi tinggi, “ujarnya.

Benny mengaku, Program ini diikuti oleh 14 perguruan tinggi dengan skema pelatihan dua hari per batch. Pelatihan telah berlangsung sejak 13 Maret dan akan berakhir pada 22 Maret 2025 untuk angkatan pertama.

“Hingga saat ini, sudah ada 2.100 UMKM yang mengikuti pelatihan dengan serapan tenaga kerja mencapai 5.300 orang, dan batch pertama wirausaha baru telah melibatkan sekitar 500 peserta, ” paparnya.

Menurut Benny, pentingnya peran kampus dalam membekali siswa dengan keterampilan yang dibutuhkan untuk membuka usaha sendiri, sehingga mereka tidak bergantung pada lapangan kerja, tetapi dapat menciptakan lapangan kerja baru

Komentar