Potretkita – Purwakarta. Makna perubahan adalah simbolisasi transformasi, tidak hanya mencakup perubahan fisik atau struktural. Tetapi juga melibatkan transformasi dalam cara berpikir, nilai-nilai, dan sikap. Ini mencerminkan evolusi atau kemajuan yang signifikan. Dalam kehidupan individu, organisasi, atau masyarakat.
Perubahan merupakan proses yang dinamis dan kompleks, yang melibatkan serangkaian langkah atau tahapan yang harus dilalui untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Ini membutuhkan ketekunan, kesabaran, dan kemampuan adaptasi terhadap perubahan lingkungan atau situasi.
Perubahan juga mencerminkan kesempatan untuk perbaikan atau peningkatan. Melalui proses perubahan, individu atau organisasi dapat mengidentifikasi dan mengatasi kelemahan atau masalah yang ada, serta menciptakan kondisi yang lebih baik di masa depan.
Itulah ungkapan yang dikemukakan oleh Ivan Kuntara sebagai nara sumber tunggal, sekaligus Bakal Calon Bupati Purwakarta 2024-2029. Dalam acara Diskusi Ringan Purwasuka News Com (PNC) hari Minggu tanggal 28 April 2024 di Cafe Calabar Jl. Mr. Dr. Kusumah Arnadja Purwakarta, yang dalam sesi pemaparan visi dan misi dipandu founder PNC Tatang Budimansyah.
Sementara dalam sesi dialog yang dipandu oleh wartawan senior Jainul Abidin, merespon pertanyaan dan masukan dari berbagai kalangan yang hadir dalam acara tersebut. Ivan Kuntara secara kognitif, praktis dan inovatif tentang makna “Nata Purwakarta”
Menurutnya, bahwa menata mencakup proses penyusunan, pengaturan, atau pengorganisasian suatu entitas atau lingkungan agar menjadi lebih teratur, efisien, dan fungsional. Ini melibatkan penataan ulang sumber daya, proses, atau struktur agar sesuai dengan tujuan yang diinginkan.
Menata, dalam kaitan menata Purwakarta harus mencerminkan upaya untuk membangun fondasi atau struktur yang kokoh dan berkelanjutan. Ini termasuk pembentukan kebijakan, sistem, atau infrastruktur yang memungkinkan kelancaran dan keberlanjutan dalam operasi atau kegiatan yang dilakukan.
Menata Purwakarta juga dapat menjadi proses yang membentuk identitas atau karakter suatu entitas atau lingkungan pemerintahan daerah. Melalui proses menata, individu atau organisasi pemerintahan dapat mengartikulasikan nilai-nilai, tujuan, atau visi yang menjadi dasar dari identitas atau karakter secara utuh.
Intinya, dalam keseluruhan baik perubahan maupun menata. Mencerminkan proses yang kompleks dan penting dalam mencapai kemajuan, kesuksesan, dan keseimbangan dalam berbagai aspek kehidupan dan pembangunan daerah.
Mencermati apa yang disampaikan oleh Ivan Kuntara, dalam memaparkan Visi dan Misi serta menjawab pertanyaan dan usulan dari berbagai kalangan. Audien merasa terkesan dengan cara pandang dan pemikiran, termasuk bobot jawabannya yang visionir dan solutif.
Dia lebih membuka cakrawala harapan masyarakat Purwakarta, dengan konsepsi perubahan dan penataan yang berbasis kebersamaan bertanggung jawab antara Pemerintah Daerah dan masyarakatnya. Untuk menghadirkan kesejahteraan sesuai cita-cita para pendiri Purwakarta dengan semboyannya “Wibawa Karta Raharja”.
Dia jujur, transfaran dan fleksibel. Sosoknya yang dibekali pengetahuan cukup, dan juga berlatar belajang sebagai profesional. Faham tentang bagaimana memberdayakan potensi daerah, dalam ruang dan waktu serta kondisi riil kemampuan daerahnya.
Artinya dengan letak geografi, kondisi demografi, culture social dan daya dukung potensi masyarakat dan daerahnya. Bukan hal yang sulit, untuk mengelola Purwakarta bisa berubah dan tertata lebih baik. Serta terlepas dari pengaruh kurang baik “legacy of the past”, dalam tata kelola pemerintahan maupun kebijakan.
Hal itu seperti kata kunci yang tepat diungkapkan, lagi-lagi audien dibuat kagum dengan jawabannya.
Perlu diketahui, dalam Diskusi Ringan PNC itu hadir berbagai kalangan. Diantaranya unsur Ulama, Forum Masyarakat Purwakarta (FORMATA), Korps Alumni KNPI, Penggiat Seni dan Olah Raga, Insan Pers, Perwakilan RW dan komunitas lainnya.
Dari mulai sampai berakhirnya acara, tidak ada satupun audien yang merasa kecewa. Malah sebaliknya selain antusias bertanya, mayoritas berpendapat bahwa Ivan Kuntara adalah sosok yang dianggap pantas dan tepat untuk mengelola Purwakarta.
Karena selain visionir, dia juga dianggap berkemampuan untuk merubah dan menata Purwakarta menuju ke arah “Baldatun Thoyibatun warobbun Ghofur”. Dalam istilah Indonesia didefinisikan sebagai negeri yang baik yang diampuni Tuhan, atau dalam falsafah Jawa Barat “Gemah Ripah Repeh Rapih”.
penulis : Ela K/red









Komentar