potretkita.com | Kota Bekasi – Pemerintah Kota Bekasi mulai merealisasikan pembangunan infrastruktur pasif telekomunikasi melalui proyek jaringan kabel bawah tanah sepanjang 290 kilometer. Program ini ditandai dengan penandatanganan kerja sama antara PT Mitra Patriot (Perseroda) dan PT Infrastruktur Cerdas Nusantara (ICN) yang berlangsung di Hotel Santika Kota Bekasi pada Senin (20/4/2026).
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengatakan pembangunan jaringan kabel bawah tanah ini merupakan langkah strategis untuk menjawab keresahan masyarakat terkait kondisi kabel telekomunikasi yang semrawut di udara serta penggalian jalan yang berulang oleh berbagai vendor.
Menurutnya, selama ini masyarakat kerap mengeluhkan keberadaan kabel-kabel yang menggantung di udara dan tampak tidak tertata. Selain merusak estetika kota, kondisi tersebut juga menimbulkan risiko keselamatan serta mengganggu kenyamanan lingkungan.
“Pemerintah harus menjawab keresahan masyarakat, salah satunya terkait carut-marut kabel yang ada di udara. Selain itu, sering terjadi penggalian jalan yang dilakukan bergantian oleh vendor telekomunikasi,” kata Tri Adhianto.
Ia menjelaskan, aktivitas penggalian tersebut kerap menimbulkan masalah baru karena kondisi jalan yang telah digali sering kali tidak dikembalikan seperti semula. Akibatnya, pemerintah daerah juga harus menanggung beban tambahan dalam perbaikan infrastruktur melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Proyek Dimulai Sejak 2018
Tri Adhianto mengungkapkan bahwa rencana pembangunan jaringan kabel bawah tanah sebenarnya telah diinisiasi sejak 2018. Namun prosesnya sempat mengalami hambatan, termasuk kerja sama yang pernah dijajaki pada 2022 dengan perusahaan lain tetapi tidak berlanjut.
Setelah dirinya menjabat sebagai wali kota pada 2025, proses tersebut kembali dipercepat melalui mekanisme lelang hingga akhirnya kontrak kerja sama dapat ditetapkan.
Kerja sama pembangunan infrastruktur ini dilakukan melalui skema business to business (B2B), di mana perusahaan daerah akan berkolaborasi dengan pihak swasta dalam pengelolaan jaringan telekomunikasi kota.
Target 168 Ruas Jalan
Dalam proyek ini, pembangunan ducting atau jalur kabel bawah tanah akan mencakup 168 ruas jalan di Kota Bekasi dengan total panjang mencapai 290 kilometer. Pengerjaan proyek ditargetkan selesai dalam waktu empat tahun.
Pada tahap awal, sekitar 70 kilometer jaringan ditargetkan mulai terpasang pada tahun pertama. Dengan demikian, masyarakat secara bertahap akan mulai melihat perubahan, terutama berkurangnya kabel-kabel yang selama ini terlihat di atas tiang atau udara.
“Kalau dibagi dalam empat tahun, maka tahun pertama sekitar 70 kilometer sudah mulai terpasang. Secara bertahap masyarakat akan melihat kabel-kabel di udara sudah tidak ada lagi,” jelasnya.
Dorong Internet Lebih Cepat
Selain menata infrastruktur kota, proyek ini juga bertujuan meningkatkan kualitas layanan telekomunikasi bagi masyarakat. Dengan jaringan yang terintegrasi melalui ducting bawah tanah, berbagai penyedia layanan internet dapat memanfaatkan jalur yang sama tanpa harus melakukan penggalian berulang.
Tri Adhianto menegaskan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap layanan internet yang cepat dan stabil menjadi salah satu alasan utama proyek ini dijalankan.
“Masyarakat tentu ingin internet yang cepat, lancar, dan stabil. Karena itu kita harus menyiapkan infrastruktur telekomunikasi yang mampu menjawab kebutuhan tersebut,” ujarnya.
Berpotensi Tambah Pendapatan Daerah
Selain meningkatkan kualitas infrastruktur, proyek jaringan kabel bawah tanah ini juga diproyeksikan memberikan kontribusi terhadap pendapatan daerah.
Pemerintah Kota Bekasi akan memperoleh pemasukan dari sewa lahan ducting serta bagi hasil dari penyewaan jalur kepada para provider telekomunikasi yang memanfaatkan jaringan tersebut.
Dengan demikian, proyek ini tidak hanya menata kota dan meningkatkan layanan digital, tetapi juga membuka potensi sumber pendapatan baru bagi pemerintah daerah.
Pemerintah Kota Bekasi berharap pembangunan jaringan kabel bawah tanah ini dapat menciptakan tata kota yang lebih rapi, modern, serta mendukung transformasi digital di wilayah tersebut.






Komentar