potretkita.com, Kota Bekasi – Upaya memperkuat ketahanan pangan nasional terus bergerak dinamis di berbagai daerah, termasuk Kota Bekasi. Aksi nyata terlihat dari kolaborasi antara Polsek Jatiasih dan UPTD Kebersihan Bekasi Utara yang menyalurkan 200 karung pupuk kompos untuk mendukung percepatan penanaman jagung di wilayah tersebut.
Langkah ini menjadi bukti bahwa sinergi antarlembaga dapat menghadirkan dampak langsung bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung program prioritas Presiden Prabowo Subianto di sektor pangan.
Kepala UPTD Kebersihan Bekasi Utara, Dedin Supriadi, menjelaskan bahwa pupuk kompos yang diberikan kepada Polsek Jatiasih merupakan hasil pengolahan sampah organik yang dilakukan secara berkelanjutan. Bahan bakunya berasal dari dedaunan kering dan ranting kecil hasil penyapuan dan pembersihan rutin di berbagai wilayah.
Ia menegaskan bahwa produksi kompos bukan hanya bermanfaat bagi pertanian, tetapi juga menjadi bagian penting dari mekanisme pengurangan sampah di Kota Bekasi.
“Pupuk kompos ini kami hasilkan dari dedaunan dan ranting kecil yang setiap hari terkumpul di T3PSR. Ini sekaligus bagian dari sistem pengurangan sampah yang terintegrasi dengan program Bekasi Bersih,” ujar Dedin. Kamis (11/12/2025).
Lebih jauh, ia menyampaikan bahwa pihaknya terus menjalankan instruksi Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi untuk mengoptimalkan pemilahan sampah, terutama organik.
“Sesuai instruksi Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, kami wajib membuat terobosan. Salah satunya dengan memilah sampah organik agar bisa diolah kembali dan memberi manfaat nyata bagi publik, seperti pupuk kompos ini,” tegasnya.
Di sisi lain, Polsek Jatiasih menjadi institusi kepolisian yang secara aktif terlibat mendukung program ketahanan pangan nasional. Aipda Rano, Bhabinkamtibmas yang memimpin pengangkutan 200 karung pupuk kompos tersebut, menyatakan bahwa langkah ini merupakan bentuk keseriusan Polri mendukung arahan Presiden Prabowo untuk meningkatkan produksi komoditas unggulan seperti jagung.
“Kami dari Polsek Jatiasih mendukung penuh program ketahanan pangan Presiden Prabowo. Tanaman jagung adalah komoditas penting, dan peningkatan produksinya memerlukan dukungan sarana seperti pupuk kompos,” kata Aipda Rano. Rabu (10/12/2025).
Ia menambahkan, ketersediaan pupuk organik ini akan memperkuat produktivitas lahan pertanian masyarakat, terutama dalam program penanaman jagung yang kini mulai digiatkan di wilayah Jatiasih dan sekitarnya.
Pengiriman pupuk kompos ini menjadi simbol kolaborasi lintas sektor antara UPTD Kebersihan, Polri, serta Pemerintah Kota Bekasi. Hal ini sejalan dengan arah kebijakan pemerintah pusat yang menekankan integrasi antarinstansi dalam mewujudkan kedaulatan pangan.
“Terima kasih kepada UPTD Kebersihan Bekasi Utara yang telah menyediakan pupuk kompos ini. Kami juga berterima kasih kepada Wali Kota Bekasi yang mendukung penuh kegiatan ketahanan pangan di wilayah kami,” lanjut Aipda Rano.
Program ketahanan pangan nasional yang digagas pemerintah saat ini menekankan pengelolaan lahan produktif, penggunaan teknologi pertanian, dan peningkatan produksi komoditas strategis seperti padi, jagung, dan kedelai. Polri dilibatkan tidak hanya dalam pengamanan, tetapi juga dalam pendampingan di tingkat masyarakat.
Pupuk kompos produksi UPTD Kebersihan Bekasi Utara kini menjadi salah satu komoditas yang banyak diminati, baik untuk pertanian, penghijauan, maupun pemanfaatan lahan tidur. Mutu kompos yang stabil dan ramah lingkungan membuatnya menjadi pilihan berbagai pihak yang mengembangkan pertanian berkelanjutan.
Pengangkutan 200 kantong pupuk oleh Polsek Jatiasih menegaskan bahwa hasil pengolahan sampah organik ini mampu memberikan manfaat langsung, sekaligus memperlihatkan efektivitas program pemilahan dan pengelolaan sampah yang dijalankan Pemkot Bekasi.
Polsek Jatiasih menegaskan bahwa kegiatan ini bukan yang terakhir. Mereka berkomitmen untuk terus mendukung program-program pemerintah pusat dan daerah, terutama yang berkaitan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui sektor pertanian.
“Ini komitmen bersama. Kami akan terus bersinergi untuk memperkuat ketahanan pangan, memanfaatkan lahan, serta memberikan pendampingan terhadap masyarakat,” tutup Aipda Rano.
Kolaborasi ini menjadi contoh bahwa keberhasilan program nasional membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Mulai dari pengelola sampah, aparat kepolisian, hingga institusi pemerintahan daerah semuanya memiliki kontribusi untuk mewujudkan Indonesia yang mandiri dan berdaulat pangan.






Komentar