Setelah Mustika, Kini Muncul Batu Pusaka Ki Mamat

headline news0 Dilihat

potretkita.com, Kota Bekasi – Seorang tokoh spiritual asal Rawalumbu, Ki Mamat, menyampaikan bahwa Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, belum memenuhi kesepakatan terkait peminjaman benda pusaka miliknya yang digunakan sejak masa Pilkada. Pernyataan tersebut disampaikan Ki Mamat saat ditemui di kediamannya di Bojong Menteng, Selasa (9/12/2024).

Ki Mamat mengatakan bahwa sepasang batu pusaka warisan leluhurnya dipinjam Tri pada Desember 2021 saat menjabat sebagai Wakil Wali Kota. Peminjaman tersebut, menurutnya, berlanjut hingga Tri dilantik sebagai Wali Kota definitif.

“Tanggal 29 Desember 2021 dia datang ke rumah saya. Tanggal 5 Januari wali kota lama terkena musibah, lalu dia menjadi Plt Wali Kota,” ujar Ki Mamat.

Tokoh spiritual tersebut menyebut telah meminjamkan pusaka dalam dua periode: enam bulan saat Tri menjabat sebagai Pelaksana Tugas Wali Kota, kemudian empat bulan menjelang Pilkada 2024 hingga putusan Mahkamah Konstitusi.

Ia mengklaim ada pesan WhatsApp berbahasa Jawa yang berisi kesepakatan mengenai kewajiban moral bila Tri terpilih sebagai pemimpin. Ki Mamat mengatakan pesan tersebut dibalas “Njeh” sebagai tanda persetujuan.

Ia juga menunjukkan tangkapan layar percakapan WhatsApp yang dikirimkan secara berkala sejak 2024 untuk mengingatkan soal kesepakatan tersebut.

Ki Mamat menyampaikan telah mencoba menghubungi Tri melalui pesan WhatsApp serta mendatangi kediaman resmi Wali Kota di Kemang Pratama, namun belum mendapat respons. Menurutnya, ajudan wali kota pun tidak lagi memberikan tanggapan.

“Dulu bilang setelah sidang, setelah pelantikan. Sekarang sudah dilantik, belum ada kabar,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa dirinya tidak mempermasalahkan nilai materi, tetapi berharap adanya komunikasi terkait kesepakatan tersebut.

Keterlibatan tokoh spiritual dalam dinamika politik lokal sering menjadi bagian dari praktik non-formal di sejumlah daerah. Hubungan antara calon pemimpin dan figur spiritual kerap muncul dalam konteks pencarian dukungan atau simbol kepercayaan, meski tidak tercatat dalam mekanisme politik resmi.

Komentar