Bambu Penyangga, Balok Kropos, dan Genteng Bolong Jadi Penopang Hidup, Pak Walikota Bantu Kami

headline news0 Dilihat

potretkita.com, Kota Bekasi – Kondisi memprihatinkan dialami dua warga Kampung Rawa Bambu,RT 01 – RW 06, Kelurahan Kalibaru, Kecamatan Medan Satria. Siti Heriyah dan adiknya, Hindriyati, kini tinggal di rumah yang hampir roboh, dengan kondisi bangunan yang mengancam keselamatan keluarga setiap hari.

Pantauan di lokasi menunjukkan struktur rumah sudah tidak layak huni. Sejumlah bagian bangunan terpaksa ditopang dengan bambu sebagai penyangga darurat, sementara balok kayu terlihat kropos akibat usia dan lembap. Pada bagian atap, genteng banyak yang bolong, membuat rumah rawan bocor dan semakin mempercepat kerusakan.

Siti Heriyah mengaku sudah tidak tahu lagi harus meminta pertolongan ke siapa. Ia berharap Pemerintah Kota Bekasi turun tangan segera sebelum terjadi hal yang tidak diinginkan.

“Minta tolong sama Bapak Wali Kota dan Wakil Wali Kota, rumah saya sudah mau rubuh. Setiap hari saya khawatir, takut ambruk sewaktu-waktu,” ujar. Siti kepada awak media Minggu,(16/11/2025).

Ketika ditanya sejak kapan kondisi ini terjadi, Siti menyebut bahwa masalah kerusakan rumah sudah berlangsung lama.

“Waktu itu sudah disurvei, tapi belum ada tindak lanjut sampai sekarang,” ungkapnya.

Sementara itu, adiknya, Hindriyati, mengalami kondisi serupa. Rumahnya pun mengalami kerusakan parah. Karena tidak mendapat bantuan, ia terpaksa memperbaiki sedikit demi sedikit dengan dana pinjaman.

“Saya betulin sedikit-sedikit. Dapat dana bantuan dari pinjaman karena takut rumah ambruk. Tapi tetap saja kerusakannya banyak,” ucap Hindriyati.

Ia juga menyampaikan permohonan langsung kepada Pemerintah Kota Bekasi.

“Saya minta tolong pada Wali Kota supaya bisa membantu memperbaiki rumah saya,” katanya.

Kedua keluarga itu berharap survei yang sudah pernah dilakukan pemerintah tidak hanya berhenti pada pendataan. Kondisi balok yang keropos, penyangga dari bambu, hingga atap yang bolong jelas menunjukkan bahwa rumah tersebut dalam status darurat.

“Sebelumnya saya ucapkan terima kasih. Kami cuma berharap pemerintah bisa melihat langsung kondisi rumah kami,” tambah Siti.

Hingga kini, warga menunggu langkah konkret dari Pemkot Bekasi untuk memastikan keselamatan dan kelayakan hunian bagi kedua keluarga tersebut.

Komentar