Potretkita.com, Kota Bekasi – Suasana Konferensi Cabang (Konfercab) III Persatuan Alumni (PA) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kota Bekasi di Hotel Merapi Merbabu, Sabtu (11/10/2025), diwarnai insiden kericuhan. Seorang kader perempuan GMNI aktif dilaporkan mengalami luka di kepala akibat lemparan gelas kaca.
Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) GMNI Bekasi, Christianto Manurung, menjelaskan bahwa pihaknya menghadiri acara tersebut setelah menerima undangan resmi. Namun, kedatangan mereka untuk menyampaikan aspirasi justru berujung kekerasan.
“Kami datang dengan niat menyuarakan aspirasi dan kekecewaan atas sikap PA GMNI Bekasi yang kami nilai sebagai aktor perpecahan di tubuh organisasi. Tapi baru beberapa menit setelah kami berteriak ‘Merdeka!’, langsung terjadi konfrontasi fisik,” ungkap Christianto, Sabtu (11/10/2025).
Menurutnya, dalam insiden itu salah satu kader perempuan GMNI berinisial R terkena lemparan gelas kaca hingga mengalami luka di bagian kepala. Korban kemudian dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan dan menjalani visum et repertum.
“Kami sudah buat laporan resmi ke Polres Metro Bekasi. Kami berharap kasus ini diusut tuntas agar menjadi pelajaran bersama,” tegas Christianto.
Ia juga mendesak agar PA GMNI Kota Bekasi dibubarkan, karena dianggap menjadi sumber dualisme dan konflik internal di tubuh organisasi.
“Yang kami sesalkan, niat baik kami untuk menyuarakan masa depan GMNI justru disambut dengan kekerasan. Kami ingin semua kader kembali bersatu di bawah DPC GMNI Bekasi, sesuai AD/ART organisasi,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua PA GMNI Kota Bekasi, Heri Purnomo, menilai kericuhan tersebut sebagai kesalahpahaman semata. Ia menyebut tidak ada persoalan mendasar antara pihaknya dengan para kader GMNI aktif yang melakukan protes.
“Mungkin hanya miskomunikasi di lapangan. Tidak ada masalah besar,” kata Heri saat dikonfirmasi terpisah.
Diketahui, kericuhan terjadi saat Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, tengah menyampaikan sambutan dalam pembukaan acara. Sejumlah kader GMNI aktif berusaha masuk ke ruangan dan menuntut agar pelaksanaan Konfercab ditunda karena merasa tidak dilibatkan dalam proses penyelenggaraan.






Komentar