Potretkita.com, Kota Bekasi – DPRD Kota Bekasi mendesak agar proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Bantargebang memprioritaskan tenaga kerja lokal serta memberikan kompensasi yang adil bagi masyarakat sekitar.
Anggota DPRD Kota Bekasi dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Wildan Fathurrahman, menegaskan bahwa pembangunan PLTSa sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) harus mengutamakan kepentingan masyarakat Bantargebang.
“Terkait dampak lingkungan dan sosial, kita berharap teknologi yang digunakan harus ramah lingkungan. Masyarakat sekitar Bantargebang tentu perlu mendapatkan kepastian jaminan kesehatan, kompensasi yang adil, serta pemberdayaan ekonomi atas keberadaan proyek ini,” ujar Wildan, Sabtu (26/9/2025).
Ia juga menekankan agar kebutuhan tenaga kerja dalam pembangunan hingga operasional PLTSa nantinya lebih dahulu diperuntukkan bagi warga lokal. Menurutnya, masyarakat Bantargebang sudah lama menanggung beban sosial dan lingkungan akibat keberadaan Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST).
“Tenaga kerja yang dibutuhkan dalam pembangunan maupun operasional PLTSa nanti harus memprioritaskan warga setempat. Warga Bantargebang sudah lama menanggung beban sosial dan lingkungan dari keberadaan TPST,” tegasnya.
Diketahui, Kota Bekasi menjadi kota ketiga yang mendapat prioritas penerimaan bantuan pembiayaan anggaran pembangunan PLTSa dari Danantara sebagai salah satu PSN. Namun, terdapat sejumlah syarat yang harus dipenuhi Pemkot Bekasi, antara lain pengadaan lahan, kemampuan mengangkut sampah sebanyak 1.000 ton per hari, serta memastikan ketersediaan pasokan sampah dengan jumlah yang sama./ADV









Komentar