Nomor HP Diretas, Lurah Kaliabang Tengah H. Ahmad Hidayat Angkat Bicara

Peristiwa0 Dilihat

Potretkita.com, Kota Bekasi— Lurah Kaliabang Tengah, H. Ahmad Hidayat, akhirnya memberikan penjelasan terkait peretasan nomor ponselnya yang sempat disalahgunakan untuk meminta sejumlah uang melalui aplikasi WhatsApp.

Peristiwa ini terjadi pada Kamis, 4 September 2025, ketika Ahmad menerima pesan dari akun bernama Udin Cungkring. Isi pesan tersebut meminta bantuan pinjaman dana sebesar Rp2 juta dengan janji akan dikembalikan pada malam hari.

“Pesan itu saya balas, saya bilang ‘duit dari mana saya bang!’ karena merasa aneh dengan permintaan tersebut,” ungkap Ahmad melalui sambungan telepon pada Minggu (7/9/2025).

Tidak berhenti di situ, setelah waktu Isya, percakapan kembali berlanjut dengan permintaan serupa namun nominal berbeda, bahkan hingga mengirimkan sebuah file PDF berjudul ‘Video Anda Viral’.

“Setelah ba,da Isya masuk pesan sebuah PDF Video anda viral? Saya penasaran saya klik. Langsung error, ” ungkapnya.

Ahmad menegaskan bahwa dirinya tidak pernah sekalipun meminta uang melalui pesan pribadi. Ia khawatir peretasan ini dimanfaatkan oknum tidak bertanggung jawab untuk menipu masyarakat.

“Mana pernah saya minta-minta duit seperti itu. Benar-benar kacau itu orang. Saya imbau kepada seluruh warga, khususnya masyarakat Kaliabang Tengah, agar berhati-hati menanggapi pesan nomor saya masih digunakan orang lain, apalagi kalau minta uang,” tegasnya.

Hal senada disampaikan Lurah Margamulya, Makpudin, yang juga sempat menerima pesan mencurigakan dari nomor Ahmad.

“Iya, kita juga di-WA sama beliau. Kaget, karena biasanya tidak pernah ada pesan seperti itu,” jelas Makpudin.

Ia turut mengajak masyarakat lebih waspada terhadap segala bentuk pesan masuk yang tidak jelas sumber maupun tujuannya.

Kasus ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan dalam penggunaan media digital. Ahmad menekankan agar masyarakat tidak mudah percaya terhadap pesan yang berisi permintaan uang atau berbagi tautan mencurigakan, karena berpotensi menjadi modus penipuan.

Komentar