Potretkita.com – Kota Bekasi || Sebuah video yang viral di media sosial, khususnya di platform TikTok, menghebohkan warga Bekasi. Video tersebut menunjukkan dugaan penjualan daging kurban dengan harga dibandrol 15 ribu rupiah oleh oknum yang diduga berasal dari sebuah organisasi di wilayah Kelurahan Cikiwul, Kecamatan Bantar Gebang, Kota Bekasi.
Peristiwa ini menuai kecaman dari berbagai pihak, termasuk dari Anggota DPRD Kota Bekasi, Sarwin Edi Saputra, yang juga merupakan anggota Komisi I. Dalam sebuah video pernyataan resmi, Sarwin menyampaikan keprihatinannya dan mengecam keras tindakan tidak pantas tersebut.
“Saya mengecam keras atas yang sudah dilakukan oleh oknum pengurus organisasi pemulung yang ada di Kecamatan Bantar Gebang,” tegas Sarwin dalam pernyataannya yang beredar melalui media sosial.Sabtu (7/6/2025).
Sarwin mengatakan bahwa informasi mengenai penjualan daging kurban ini pertama kali ia dapatkan melalui jaringan masyarakat di lapangan. Setelah mendengar kabar tersebut, ia langsung menghubungi pengurus dari organisasi yang diduga terlibat, yakni IPI (Ikatan Pemulung Indonesia), untuk meminta klarifikasi.
Lebih lanjut, Sarwin menekankan pentingnya evaluasi terhadap keberadaan organisasi tersebut. Ia menilai perlunya pelibatan aktif dari masyarakat dalam pengawasan organisasi semacam ini agar tidak terjadi penyalahgunaan wewenang yang dapat merugikan warga.
“Kita harapkan ke depan harus ada evaluasi menyeluruh terhadap keberadaan IPI dan melibatkan lebih banyak peran serta masyarakat, khususnya yang ada di Kecamatan Bantar Gebang,” ujarnya.
Sarwin juga menyampaikan bahwa ini bukan pertama kalinya ia menerima laporan tentang aktivitas merugikan dari oknum yang mengatasnamakan pemulung.
“Saya dapat info bukan hanya dari kejadian ini saja. Banyak kejadian-kejadian lain yang sudah disampaikan kepada saya,” tambahnya.
Di akhir pernyataannya, Sarwin mengingatkan agar nama pemulung tidak dijadikan alat untuk kepentingan pribadi maupun organisasi yang tidak bertanggung jawab.
“Jangan pernah menjual nama pemulung untuk kepentingan organisasi atau pribadi yang dapat merugikan, khususnya warga Kecamatan Bantar Gebang,” pungkasnya.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah peduli dan berani melaporkan kejadian ini, sebagai bentuk kontrol sosial yang penting bagi kehidupan bermasyarakat yang sehat dan berkeadilan.
Diketahui Dalam video tersebut, seorang ibu mengaku membeli tiga kantong daging seharga Rp 45.000. Masing-masing kantong dengan harga 15.000 rupiah.
Kejadian ini diduga terjadi di Kelurahan Cikiwul dan melibatkan oknum organisasi masyarakat (ormas) setempat.
Klarifikasi melalui video di grup wa, pihak ketua IPI Tarmin minta maaf atas video yang beredar dan viral.
Tarmin menjelaskan itu adalah
miskomunikasi. Yang sebenarnya itu untuk
biaya pemotongan dan panitia. Jelasnya dalam video.






Komentar