Keterlambatan Gaji Petugas Security Keamanan di Mall Pakuwon Bakal Mogok Kerja

Peristiwa0 Dilihat

Potretkita.com – Kota Bekasi || Ratusan Petugas Security keamanan di Mall Pakuwon, yang direkrut oleh vendor SPD, kini menghadapi masalah serius terkait keterlambatan pembayaran gaji.

Dari keterangan salah satu petugas mengungkapkan bahwa mereka mengalami keterlambatan gaji hingga berbulan-bulan.

“Saya sendiri juga mengalami hal yang sama, dengan gaji terlambat dan dibayar secara dicicil selama 4 bulan terakhir,” ungkap salah satu petugas yang enggan disebut namanya. Pada rabu (16/4/2025)

Petugas tersebut menjelaskan bahwa sejak Januari 2024, ia hanya menerima tiga kali transfer gaji, dengan total bersih sekitar Rp5.000.000.

“Mulai bekerja di Mall Pakuwon sebelum mall dibuka, dan awalnya merasakan kelancaran dalam pembayaran gaji. Namun, dalam empat bulan terakhir, keterlambatan terus terjadi, “ungkap keluhnya.

Dirinya tidak mengetahui penyebab keterlambatan ini, dan meskipun sudah meminta penjelasan, dari manajemen tidak memberikan solusi yang jelas.

“Beberapa teman saya bahkan menghadapi masalah seperti diusir dari kontrakan akibat keterlambatan gaji,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa pernah melakukan demo untuk meminta kejelasan kepada manajemen vendor SPD, namun tidak mendapatkan respons yang memadai.

Dia pun berharap agar masalah ini segera diatasi dan ada evaluasi yang lebih baik terhadap sistem pembayaran gaji.

“Kami ingin agar salari kami dicairkan tepat waktu,” tegasnya.

Ia menambahkan, jika masalah ini terus berlanjut tanpa ada solusi, ia dan rekan-rekannya mungkin akan melakukan mogok kerja dan melaporkan masalah ini ke pihak terkait, seperti Dinas Tenaga Kerja.

Sedangkan dari penelusuran melalui Google Review, PT Security Phisik Dinamika mendapatkan rating cukup rendah yaitu 2,7 bintang, dengan banyak keluhan serupa dari beberapa komentar yang ada.

“Jangan mau kerja di sini, gajinya telat terus bisa-bisa mati kelaparan ngarepin gaji di sini, udah gitu BPJS kesehatan nggak dibayar, dan juga BPJS ketenagakerjaan nunggak. Ijazah ditahan, kalo habis kontrak dan keluar harus nebus 5 juta. Pokoknya jangan mau kerja di sini gajinya telat terus!” tulis akun Lianti Kintan dalam ulasannya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi dari pihak vendor SPDI mengenai masalah keterlambatan gaji ini.

Diketahui, para petugas keamanan tersebut bekerja di bawah bendera perusahaan outsourcing PT Security Phisik Dinamika (PT SPD), yang beralamat di Jalan Margasatwa, Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Sekitar 150 petugas keamanan yang diduga mengalami masalah serupa, dan situasi ini memerlukan perhatian segera agar hak-hak mereka sebagai pekerja dapat terpenuhi.