Kota Bekasi -potretkita-news.com
Mangkraknya Revitalisasi pembangunan pasar Kranji baru Bekasi, kurang lebih Memakan waktu hingga 3 tahun lamanya. Dikarenakan kurangnya ketegasan dari pemerintah Kota Bekasi. dengan pihak pengembang yaitu PT Annisa Bintang Blitar (ABB) yang berdampak kepada ratusan pedagang yang sudah melakukan kewajiban untuk DP (Down payment) Sejak ditandatangani nya Surat perjanjian kerja sama ( PKS ) Nomor 2399 Tahun 2019 dan Nomor 23.12/ABB-BKS/2019 tanggal 27 Desember 2019.

RWP menilai PT ABB telah melakukan wanprestasi sebagai pengembang karena tidak melakukan pembangunan gedung Pasar Kranji hampir satu tahun lebih.
Sementara para pedagang sudah membayar uang sewa kios dan lapak hampir mencapai Rp. 23 miliar.
“Sedang kan Para pedagang yang resmi terdata RWP berjumlah 987 pedagang selama ini telah didzolimi kata Sri Mulyono selaku Bendahara RWP Pasar Kranji Baru, Jumat,(3/2/2023).
PT. ABB dinilai Wanprestasi karena tidak melaksanakan kewajiban, tidak dipenuhi atau ingkar janji atau kelalaian yang sudah disepakati bersama.
Sri Mulyono mengaku sudah bersurat ke Plt Walikota Bekasi dan Pemerintah Provinsi Jabar meminta keadilan atas hak – hak para pedagang yang diabaikan oleh PT ABB dan PT. ABB sepatutnya untuk tidak diberikan haknya untuk melanjutkan pembangunan pasar Kranji Baru karena tidak memiliki modal kerja untuk membangun proyek pembangunan Pasar tersebut.
Dia pun mengindikasi PT. ABB melakukan tindakan penipuan dan penggelapan uang pedagang yang sudah setor ke mereka dengan bukti – bukti yang sudah ada.
” Sudah jelas Isi surat Perjanjian Kerjasama (PKS) tidak dipenuhinya dan selama ini PT ABB telah mendzolimi para pedagang, lahan masih kosong blom ada pembangunan. PT.ABB tidak punya duit, ga punya modal buat bangun pasar. Dan Tidak berpengalaman soal pembangunan pasar. sementara pasar lainnya sudah berjalan pembangunannya seharusnya sama dengan yang lain,” ungkap Sri Mulyono kecewa.
” Pemerintah memang tidak tahu PT Annisa itu kesulitan masalah dana, dan yang selalu dikejar oleh PT Annisa adalah di pasal 5, bahwa DP sekian persen,kedua sekian persen, ketiganya sekian persen. Tapi PT Annisa enggak sadar bahwa disitu ada pasal 5 dan pasal 4, kan dijelaskan di pasal 4.” Terangnya
Dijelaskannya, Para pedagang yang resmi berjumlah 987 pedagang sudah banyak yang kecewa dan dagangannya sepi.
Ia pun menuding PT. ABB selalu melakukan pencitraan dan merekayasa dalam pemberitaan seolah olah kondisi pedagang baik baik saja dan berdalih kalau PT ABB sudah memenuhi PKS.
” Saya tegaskan pemberitaan selama ini yang katanya pedagang jualannya rame itu ga benar. Pertanyaannya pedagang resmi atau ilegal yang ngaku ngomong begitu? Saya sudah cek kebenarannya di lapangan,” ucapnya kesal.
Sri Mulyono pun mengaku masih menunggu keputusan dari Pemkot Bekasi apakah masih memihak pedagang atau tidak.
” Kita masih menunggu kabar dari Pemkot senin besok, kalau tidak memihak kepada pedagang , kami para pedagang akan bergerak demo besar-besaran. Ini yang real para pedagang yang resmi ya, dan demo yang kemarin kami dukung selagi itu baik untuk kepentingan pedagang bukan ditunggangi Oleh oknum kepentingan pribadi. Nanti dari pedagang kami yang resmi akan turun semua kejalan.” tegasnya
Sementara di lain tempat, pihak PT Annisa Bintang Blitar, Iwan Hartono kepada Awak Media, mengatakan bahwa pihaknya taat pada PKS,dan kewajiban sudah terpenuhi.
“Karena semua kewajiban sudah terpenuhi oleh PT Annisa Bintang Blitar ABB sendiri yang di atur oleh PKS.” Tegas Iwan Hartono kepada Awak Media (25/1/2023)
Iwan, menjelaskan, terkait Revitalisasi belum dilaksanakan nya pembangunan pasar Kranji baru, dirinya mengklaim bahwa kewajiban sudah terpenuhi namun Spl surat penyerahan lapangan belum juga di terima pihaknya.
“Tanyakan ke Pemkot dong, kenapa SPL belum diberikan. Kewajiban sudah terpenuhi, sedangkan pedagang punya kewajiban menepati tempat penampungan TPS ini. Pedagang belum membayar uang muka pindah. nah sekarang sudah 2 tahun pindah, pertanyaan nya kewajiban pedagang sudah terpenuhi belum ? terus Yang gak punya modal yang mana, lah saya semua sudah terpenuhi kewajibannya,itu saya punya modal tuh.”ungkapnya Iwan Hartono direktur utama PT Annisa Bintang Blitar
Red