potretkita.com- Kota Bekasi, Hj. Evi Mafriningsianti,S.HE anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bekasi dari Komisi 4, menggelar kegiatan reses pertama untuk anggaran tahun 2024 di Arenjaya. Jumat (1/11/2024)
Dalam kesempatan ini, Evi menyampaikan pentingnya reses sebagai bentuk pertanggungjawaban atas amanah yang diberikan oleh masyarakat.
Evi menjelaskan bahwa tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk menyerap aspirasi dari warga. Ia mencatat bahwa banyak warga yang mengajukan pertanyaan terkait infrastruktur, serta pemberdayaan masyarakat, khususnya di sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).
“Pemberdayaan masyarakat melalui UMKM sangat penting. Kita berharap penyerapan anggaran di dinas terkait, terutama Dinas UMKM dan Koperasi, dapat dimaksimalkan,” ujarnya.
Evi menambahkan bahwa pemerintah telah menyediakan berbagai program untuk mendukung UMKM, seperti sertifikasi halal dan izin usaha yang dapat diakses secara gratis oleh masyarakat.
“Kami ingin mendorong masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas ini agar usaha mereka bisa lebih berkembang,” jelasnya.
Dalam diskusinya dengan warga, Evi juga membahas rencana program di tahun 2025. Ia menyampaikan bahwa ada berbagai kegiatan infrastruktur yang akan dilaksanakan, termasuk penyediaan ambulans untuk kebutuhan masyarakat.
“Ini adalah bagian dari tanggung jawab saya sebagai wakil rakyat dan sebagai bentuk apresiasi kepada warga yang telah mendukung saya,” tuturnya.
Evi memastikan bahwa pelatihan untuk warga juga akan menjadi fokus utama. Ia menekankan pentingnya kerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja untuk memfasilitasi informasi terkait lowongan pekerjaan.
“Setiap tahun, pemerintah daerah mengadakan Job Fair untuk membantu penyerapan tenaga kerja di Kota Bekasi,” kata Evi.
Ia juga menyebutkan bahwa penyerapan lulusan S1 di Kota Bekasi cukup tinggi, mencapai sekitar 60%, sementara lulusan SMA berkisar 40%.
“Kami akan mendorong Dinas Pendidikan untuk meningkatkan tingkat kewajiban belajar dari 9 tahun menjadi 12 tahun,” tambahnya.
Evi berharap agar anggaran pendidikan yang dialokasikan sebesar 1,8 triliun tahun ini dapat dimanfaatkan secara maksimal.
Di tengah diskusi, Evi menyoroti pentingnya pemberdayaan masyarakat melalui UMKM. Dengan lebih dari 6.000 UMKM yang sebagian besar dikelola oleh ibu-ibu di sektor makanan dan minuman, Evi berkomitmen untuk membantu pelaku usaha agar bisa naik kelas.
“Kami berharap ada peningkatan dari segi kualitas produk dan penjualan agar mereka bisa bersaing,” ujarnya.
Reses yang digelar Hj. Evi Mafiningsih di Arenjaya menjadi momentum penting untuk menjalin komunikasi antara wakil rakyat dan masyarakat.
Dengan menyerap aspirasi dan mendiskusikan berbagai program, Evi menunjukkan komitmennya untuk memajukan Kota Bekasi, khususnya dalam hal infrastruktur dan pemberdayaan UMKM.
Diharapkan, langkah-langkah konkret ini dapat membawa dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat Kota Bekasi di masa mendatang.
