Potretkita.com,Kota Bekasi – Pencoblosan Pilkada Kota Bekasi tinggal sebulan lebih, tepatnya 43 hari lagi. Masyarakat Kota Bekasi akan segera menentukan pilihan untuk calon walikota mereka.
Suasana kampanye saat ini terpantau berlangsung lancar dan aman, tanpa adanya bentrokan fisik, karena sebagian besar aktivitas masih berbentuk roadshow di berbagai titik di Kota Bekasi.
Kampanye akbar untuk ketiga pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Bekasi telah dijadwalkan di lokasi-lokasi yang ditentukan oleh KPU.
Namun, Ahmad Zulaeni, seorang pemerhati publik, menilai bahwa tidak banyak anggaran yang dikeluarkan oleh para calon dalam kampanye keliling ini. Ia menduga bahwa para paslon lebih memilih untuk menahan diri dalam pengeluaran biaya politik agar lebih irit.
Zulaeni juga berpendapat bahwa mungkin saja mereka telah mengeluarkan cukup banyak biaya untuk mendapatkan rekomendasi dari partai pengusung masing-masing.
“Hal ini bisa jadi menandakan bahwa para paslon menyimpan dana untuk serangan fajar secara besar-besaran atau untuk memasang alat peraga kampanye (APK) menjelang akhir waktu kampanye, sehingga wajah mereka tetap segar dalam ingatan warga, ” ujarnya.
Menurut Zulaeni, dinamika di media sosial menjadi sangat aktif, terutama di grup WhatsApp. Terjadi banyak perdebatan dan serang-menyarang antar pendukung masing-masing paslon.
Mulai dari tuduhan keterlibatan dalam masalah hukum hingga penilaian terhadap program dan janji-janji yang dianggap tidak realistis atau bahkan janji palsu.
“Ada pula diskusi mengenai tim sukses (timses) partai, dengan beberapa relawan dikabarkan kurang profesional. Terdapat juga informasi tentang relawan yang mundur dari timses, yang tentu saja menambah spekulasi negatif terhadap para paslon, ”
Zulaeni mengajak masyarakat untuk memantau kegiatan kampanye para paslon walikota dan wakil walikota agar berjalan dengan jujur, aman, dan damai.
“Mari kita pantau agar semua pihak dapat berpartisipasi dengan baik,” ungkap Zulaeni, yang juga merupakan pemerhati kebijakan publik. pada senin (14/9/2024). dalam keterangan tertulisnya.
Dengan waktu yang tersisa, semua mata kini tertuju pada bagaimana para calon akan melanjutkan kampanye mereka dan berinteraksi dengan masyarakat.
“Apakah mereka akan menggunakan pendekatan yang lebih konvensional atau memanfaatkan media sosial untuk meningkatkan visibilitas dan popularitas mereka? Hanya waktu yang akan menjawab,”pungkasnya.
