potretkita.com | Kota Bekasi – Ancaman pencemaran limbah yang terus membayangi Kali Bekasi mendorong Perumda Tirta Patriot bergerak cepat. Di tengah musim kemarau yang mulai berlangsung, perusahaan daerah itu mempercepat pembangunan relokasi intake SPAM Teluk Buyung sebagai benteng baru penyediaan air bersih bagi ratusan ribu pelanggan.
Langkah ini menjadi krusial karena kualitas air baku Kali Bekasi dalam beberapa waktu terakhir mengalami penurunan signifikan, ditandai perubahan warna air yang memengaruhi proses produksi air bersih.
Direktur Utama Perumda Tirta Patriot, Ali Imam Faryadi, menegaskan proyek relokasi intake merupakan solusi permanen yang selama ini ditunggu untuk mengurangi ketergantungan terhadap Kali Bekasi.
“Relokasi intake ini memindahkan sumber air baku dari Kali Bekasi ke Kalimalang yang kualitas airnya lebih baik dan lebih aman,” kata Ali saat meninjau proyek, Rabu (22/7/2026).
Dengan relokasi tersebut, sumber air baku SPAM Teluk Buyung akan berasal dari Kalimalang yang selama ini dikenal memiliki kualitas lebih stabil dibanding Kali Bekasi.
Target September, Kapasitas 650 Liter per Detik
Proyek yang dibiayai melalui Penyertaan Modal Pemerintah (PMP) itu ditargetkan selesai pada September 2026.
Pekerjaan meliputi pembangunan intake baru berkapasitas 650 liter per detik, gedung operasional, jaringan pipa transmisi, hingga instalasi mekanikal dan elektrikal.
Jika beroperasi sesuai target, fasilitas tersebut akan menjadi tulang punggung pelayanan air bersih bagi wilayah Bekasi Utara, Medan Satria, dan Bekasi Barat.
“Kalau ini selesai, insya Allah meskipun Kali Bekasi mengalami gangguan kualitas air, pelayanan SPAM Teluk Buyung akan jauh lebih aman,” ujar Ali.
Siapkan Skenario Darurat
Meski optimistis proyek selesai tepat waktu, Tirta Patriot tidak ingin mengambil risiko.
Sejumlah langkah antisipasi telah disusun bersama Pemerintah Kota Bekasi, Perum Jasa Tirta II, dan pengelola PSN guna memastikan layanan air bersih tetap berjalan apabila terjadi gangguan serius pada sumber air baku.
Salah satu opsi yang disiapkan adalah memaksimalkan suplai air baku dari PSN hingga mencapai 300 liter per detik.
“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Dukungan dari berbagai pihak sangat penting agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan,” kata Ali.
Teknologi dan Laboratorium Jadi Andalan
Di saat pembangunan berlangsung, tim produksi Tirta Patriot juga bekerja di balik layar melalui berbagai pengujian laboratorium untuk menemukan metode pengolahan terbaik menghadapi perubahan kualitas air baku.
Berbagai rekayasa teknis dilakukan agar air hasil produksi tetap memenuhi standar kesehatan dan layak didistribusikan kepada pelanggan.
“Kami sedang mencari formulasi yang paling tepat agar kualitas air bersih tetap sesuai standar meski kondisi air baku berubah,” jelasnya.
Saat ini, dampak penurunan kualitas air baku hanya dirasakan di SPAM Teluk Buyung dan Instalasi Pondok Ungu yang masih menggunakan air Kali Bekasi.
Sementara instalasi Rawa Lumbu dan Rawa Tembaga yang memanfaatkan air Kalimalang masih beroperasi normal tanpa kendala.
Dengan percepatan proyek relokasi intake tersebut, Perumda Tirta Patriot berharap ketahanan pasokan air bersih Kota Bekasi semakin kuat dan tidak lagi bergantung pada kondisi Kali Bekasi yang rentan tercemar.
