potretkita.com, Kota Bekasi – Pemerintah Kelurahan Teluk Pucung, Kecamatan Bekasi Utara, bergerak cepat menangani dampak banjir yang melanda Kampung Lebak. Pasca surutnya banjir, kawasan tersebut masih menyisakan tumpukan lumpur dengan ketebalan mencapai 30 hingga 40 sentimeter di sejumlah titik permukiman warga.
Sebanyak 30 petugas gabungan diterjunkan dalam kegiatan pembersihan yang melibatkan Kelurahan Teluk Pucung, UPTD Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi, Tim Pemasutan DBMSDA, serta unsur RW setempat. Fokus utama kegiatan adalah pengangkatan dan penyemprotan lumpur sisa banjir di lingkungan RT 06 dan 07 RW 02 Kampung Lebak, Selasa (3/2/2026).
Sekretaris Kelurahan Teluk Pucung, Mastur, atau disapa joko tole menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kolaborasi lintas instansi untuk mempercepat pemulihan lingkungan warga pasca banjir.
“Hari ini kami dari Kelurahan Teluk Pucung bersama Dinas Lingkungan Hidup melalui UPTD Kebersihan dan Tim Pemasutan DBMSDA melakukan pembersihan lumpur di wilayah RT 07 RW 02. Ini merupakan tindak lanjut dari banjir yang terjadi beberapa waktu lalu,” ujar Mastur di lokasi kegiatan.
Ia menambahkan, selain fokus pada kebersihan lingkungan, pihak kelurahan juga mengimbau warga untuk tetap menjaga kesehatan. Kelurahan, kata dia, akan terus sigap merespons setiap laporan warga, terutama terkait dampak lanjutan pasca banjir.
Sementara itu, Ketua RW 02 Kampung Lebak, Muhamad Febrian, menyampaikan bahwa banjir sebelumnya berdampak pada dua RT di wilayahnya, yakni RT 06 dan RT 07. Lumpur dengan ketebalan hingga 30 sentimeter menutupi sejumlah akses dan halaman rumah warga.
“Pagi ini kami RW 02 bersama tim dari DLH Kecamatan Bekasi Utara dan URC Pemasutan DBMSDA Kota Bekasi melakukan pembersihan lumpur serta penyemprotan di beberapa titik yang terdampak banjir,” jelas Febri.
Terkait dampak kesehatan, Febrian memastikan tidak ada korban jiwa maupun warga yang mengalami gangguan kesehatan serius akibat banjir tersebut.
“Alhamdulillah, warga kami dalam kondisi sehat walafiat. Beberapa hari lalu juga telah dilakukan pengobatan gratis oleh Koramil Bekasi Utara bersama Puskesmas di lokasi pengungsian Musala Jamiatul Khair,” katanya.
Namun demikian, Febri menegaskan bahwa warga berharap adanya solusi jangka panjang untuk mengatasi persoalan banjir yang kerap terjadi, terutama saat hujan deras disertai kiriman air dari wilayah hulu.
“Kami sudah beberapa kali berkoordinasi dengan tim PUPR dan juga pihak provinsi terkait rencana penurapan bantaran Kali Bekasi. Harapan kami, penurapan ini bisa segera direalisasikan agar banjir tidak terus berulang,” pungkasnya.
Pemerintah setempat menyatakan akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait guna memastikan penanganan pasca banjir berjalan optimal sekaligus mendorong langkah pencegahan jangka panjang bagi wilayah rawan banjir di Kota Bekasi.
