BAZNAS Kota Bekasi Fokus Salurkan Bantuan ke Titik Banjir Terparah di Teluk Pucung

headline news0 Dilihat

potretkita.com, Kota Bekasi – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Bekasi bergerak cepat merespons bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kota Bekasi. Salah satu lokasi prioritas penyaluran bantuan berada di Kampung Lebak, RT 07 RW 02, Kelurahan Teluk Pucung, Kecamatan Bekasi Utara, yang tercatat sebagai wilayah terdampak cukup parah.

Kepala Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kota Bekasi, Samsul Badri Islamy, mengatakan bahwa sejak hari pertama banjir, pihaknya langsung turun ke lapangan untuk memastikan kebutuhan dasar warga terdampak dapat terpenuhi.

“Sejak kemarin kami sudah merespons banjir di beberapa titik dengan memberikan bantuan berupa nasi bungkus, makanan siap saji, serta membuka dapur air untuk para pengungsi,” ujar Samsul saat ditemui di lokasi, Jumat (30/1/2026).

Menurutnya, BAZNAS Kota Bekasi juga mendistribusikan bantuan ke titik-titik yang sulit dijangkau. Tim relawan diterjunkan langsung ke sejumlah lokasi yang belum terfasilitasi bantuan secara maksimal.

“Kami turun langsung ke titik-titik yang belum terjangkau. Bantuan kami distribusikan secara langsung agar tepat sasaran,” katanya.

Untuk wilayah Kampung Lebak dan Perjuangan, BAZNAS Kota Bekasi telah menyalurkan sekitar 150 nasi bungkus. Selain itu, sejak Rabu lalu, BAZNAS membuka dapur air yang menyediakan minuman hangat, minuman dingin, dan kebutuhan cairan lainnya bagi para pengungsi.

“Dapur air ini kami buka untuk membantu para pengungsi yang saat ini berada di Musala Jamiatul Khair. Jumlah pengungsi di lokasi ini sekitar 80 orang,” jelasnya.

Samsul menambahkan, dengan keterbatasan sumber daya personel relawan (SPR), BAZNAS Kota Bekasi memfokuskan penanganan pada wilayah dengan tingkat dampak paling parah. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kampung Lebak menjadi salah satu titik banjir terberat.

“Karena keterbatasan, kami fokus di beberapa titik yang paling parah. Dari data BPBD, Kampung Lebak ini memang termasuk yang terdampak berat,” ujarnya.

Dalam penanganan banjir kali ini, tercatat lebih dari lima dapur umum beroperasi di sejumlah lokasi. Namun, BAZNAS Kota Bekasi tidak membuka dapur umum sendiri, melainkan memperkuat kolaborasi dengan instansi terkait.

“Kami berkolaborasi dengan Dinas Sosial dan BPBD. Dapur umum dikelola oleh Dinsos, sementara BAZNAS berperan dalam menyuplai logistik,” jelas Samsul.

Ia menyebutkan, pihaknya telah menyalurkan sekitar 600 bungkus mi instan dan 600 karung beras untuk mendukung operasional dapur umum. Selanjutnya, pendistribusian makanan siap saji dilakukan langsung oleh Dinas Sosial kepada para pengungsi.

“BAZNAS fokus pada suplai logistik, sedangkan distribusi makanan siap saji dilakukan langsung oleh Dinsos kepada warga terdampak,” pungkasnya.