potretkita.com, Kota Bekasi – Ketua Umum Jawara Jaga Kampung Jajaka Nusantara, HK. Damin Sada, mengulas sejarah serta dinamika pluralisme di Bekasi dalam kegiatan Diskusi Pekan Budaya Bekasi bertema “Jejak Pluralisasi di Bekasi”. Kegiatan tersebut digelar di Gedung Creative Center Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat, Minggu (25/1/2026).
HK. Damin Sada, yang juga merupakan putra daerah Bekasi, menegaskan bahwa Bekasi sejak dahulu tumbuh sebagai wilayah dengan latar belakang budaya, agama, dan sosial yang beragam. Menurutnya, keberagaman tersebut merupakan kekuatan historis yang harus terus dijaga dalam kehidupan bermasyarakat.
“Bekasi memiliki sejarah panjang yang tidak bisa dilepaskan dari nilai kebersamaan dan keberagaman. Pluralisme bukan hal baru, tetapi sudah menjadi bagian dari perjalanan daerah ini,” ujarnya dalam forum diskusi.
Acara diskusi dibuka dengan pengantar oleh Brigadir Jenderal TNI (Purn) H. Kemal Hendrayadi dan menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya H. Hans Muntahar, Drs. H. Paray Said, MM, MBA, serta HK. Damin Sada selaku Ketua Umum Jajaka Nusantara.
Dalam paparannya, HK. Damin Sada juga menyoroti pengalaman sosial dan kebijakan pembangunan di tingkat desa hingga daerah yang menurutnya perlu lebih memperhatikan nilai keadilan, partisipasi masyarakat, serta semangat kebersamaan lintas kelompok. Ia menekankan bahwa pembangunan tidak boleh mengabaikan sejarah lokal dan kearifan masyarakat setempat.
Selain itu, diskusi juga menyinggung tantangan pluralisme di tengah perubahan sosial dan pembangunan perkotaan. Para narasumber sepakat bahwa dialog kebudayaan menjadi ruang penting untuk merawat toleransi serta memperkuat identitas Bekasi sebagai daerah yang inklusif.
Pekan Budaya Bekasi ini diharapkan menjadi wadah edukasi publik sekaligus refleksi bersama tentang sejarah, identitas, dan masa depan Bekasi dalam bingkai kebhinekaan.
