potretkita.com, Kota Bekasi – Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, meresmikan jembatan Pangeran Jayakarta yang menghubungkan wilayah Bekasi Utara dan Medan Satria, Senin. Peresmian jembatan tersebut disambut antusias oleh warga setempat yang hadir bersama para tokoh masyarakat dan unsur pemerintahan wilayah.
Dalam sambutannya, Tri Adhianto menyampaikan rasa bahagianya dapat kembali bertemu langsung dengan masyarakat setelah momentum Pilkada. Ia menilai peresmian jembatan ini tidak hanya menjadi simbol pembangunan infrastruktur, tetapi juga mempererat hubungan antara pemerintah dan warga.
“Wajahnya bahagia semua hari ini. Kita bisa bertemu lagi, mengobati rasa rindu setelah Pilkada,” ujar Tri Adhianto di hadapan warga. Senin (5/1/ 2025).
Wali Kota juga mengusulkan penataan ulang penamaan jalan di kawasan Pintu Air. Menurutnya, penamaan jalan dapat menggunakan nama tokoh masyarakat setempat yang telah berjasa dan berkontribusi bagi kemajuan wilayah, sehingga memiliki nilai historis dan kearifan lokal.
“Jangan lagi disebut Jalan Pintu Air, karena pintu airnya sudah tidak ada. Akan lebih baik jika menggunakan nama tokoh masyarakat yang berjasa,” katanya.
Selain itu, Tri Adhianto menegaskan pentingnya menjaga dan menghidupkan kembali Festival Pintu Air sebagai bagian dari pelestarian seni dan budaya Betawi. Ia berkomitmen mendukung penuh kegiatan tersebut, termasuk penyediaan fasilitas seperti tenda, panggung, dan sistem suara.
“Festival ini harus tetap ada. Kita beri ruang bagi anak-anak untuk tampil agar mereka percaya diri. Saya siap mendukung penuh,” tegasnya.
Tak hanya soal budaya, Wali Kota juga mengingatkan pentingnya kesadaran lingkungan. Ia meminta masyarakat untuk tidak lagi membuang sampah sembarangan dan mendorong peran aktif pengurus lingkungan dalam pengelolaan sampah melalui bank sampah.
“Bekasi yang keren adalah Bekasi yang bersih. Sekarang sudah menjadi tanggung jawab bersama, termasuk RW, untuk mengelola sampah dengan baik,” ujarnya.
Peresmian jembatan tersebut turut dihadiri oleh Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA), Dinas Perhubungan, para camat dan lurah, tokoh masyarakat Bekasi Utara dan Medan Satria, serta unsur RT dan RW bersama warga sekitar.
Dengan diresmikannya jembatan ini, Pemerintah Kota Bekasi berharap akses mobilitas warga semakin lancar, sekaligus mendorong pertumbuhan sosial, budaya, dan lingkungan yang lebih baik di wilayah perbatasan tersebut.
