Rawan Kecelakaan, Proyek Saluran Air di Perwira Disorot: BMSDA Kota Bekasi Bungkam

headline news0 Dilihat

potretkita.com, Bekasi Utara – Proyek pembangunan saluran air (udith) yang tengah berlangsung di depan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Perwira, Kelurahan Perwira, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, menuai sorotan warga. Pelaksanaan proyek dinilai tidak tertata dengan baik serta minim pengamanan, sehingga berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Pantauan di lapangan menunjukkan sejumlah lubang galian dibiarkan terbuka tanpa penutup maupun rambu peringatan yang memadai. Kondisi tersebut dinilai sangat berisiko, mengingat lokasi proyek berada di ruas Jalan Lingkar Utara yang dikenal padat lalu lintas, khususnya pada sore hingga malam hari.

Warga sekitar mengungkapkan, kurangnya pengamanan proyek telah beberapa kali menyebabkan kecelakaan ringan. Sejumlah pengendara sepeda motor dilaporkan terjatuh akibat tidak menyadari adanya lubang galian di badan jalan, sementara pejalan kaki kesulitan melintas karena trotoar tertutup material proyek.

“Saya sudah beberapa kali melihat pengendara motor terjatuh karena tidak melihat lubang galian yang tidak ditutup. Jalan ini ramai, apalagi sore dan malam hari. Seharusnya kontraktor lebih memperhatikan keselamatan pengguna jalan,” ujar Agus, warga yang tinggal di sekitar TPU Perwira, Jumat (26/12).

Selain aspek keselamatan, warga juga menyoroti kualitas pekerjaan yang dinilai tidak sesuai spesifikasi teknis. Salah satunya terkait posisi udith yang dibangun dengan ketinggian sekitar 30 sentimeter di atas permukaan jalan.

“Kalau posisi udith setinggi itu, bagaimana air bisa masuk? Ini jelas patut dipertanyakan, baik dari sisi perencanaan maupun pengawasan di lapangan,” tegas Agus.

Tak hanya itu, aktivitas galian juga menimbulkan debu tebal yang beterbangan dan mengganggu jarak pandang pengendara. Kondisi tersebut dikhawatirkan berdampak pada kesehatan warga, terutama bagi mereka yang memiliki gangguan pernapasan.

Warga mendesak agar pihak kontraktor segera melakukan pembenahan, termasuk menutup galian dengan aman, memasang rambu peringatan, serta membersihkan area proyek secara rutin.

Mereka juga meminta Pemerintah Kota Bekasi meningkatkan pengawasan lapangan agar pelaksanaan proyek berjalan sesuai standar keselamatan dan spesifikasi teknis.

“Kami berharap ada tindakan cepat dari kontraktor dan pemerintah. Jangan sampai ada korban yang lebih serius baru dilakukan perbaikan,” ujar Agus.

Selain perbaikan fisik, warga juga meminta transparansi informasi terkait progres proyek, termasuk jadwal penyelesaian dan langkah-langkah mitigasi risiko selama pekerjaan berlangsung.

Hingga berita ini ditayangkan, pihak Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA) Kota Bekasi belum memberikan keterangan resmi. Upaya konfirmasi yang dilakukan wartawan melalui sambungan telepon tidak mendapatkan respons.

Minimnya pengawasan dan belum adanya penjelasan dari instansi terkait semakin memperkuat kekhawatiran warga terhadap keselamatan publik di sekitar lokasi proyek.