Ariyes Budiman: Jangan Tunggu Viral untuk Bantu Warga

headline news0 Dilihat

potretkita.com, Kota Bekasi — Kasus viral yang menimpa dua saudara kakak-beradik serta Nenek Maryati mendapat perhatian serius dari berbagai pihak, termasuk organisasi masyarakat. Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kota Bekasi menilai adanya ketidaktepatan dalam implementasi sejumlah program bantuan pemerintah, khususnya Rutilahu dan Program Keluarga Harapan (PKH).

 

Ketua MPC Pemuda Pancasila Kota Bekasi, Ariyes Budiman, menegaskan bahwa pemerintah harus lebih peka terhadap kondisi masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Ia menyampaikan hal tersebut usai menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kota Bekasi, Kamis (27/11/2025).

“Itu harus mengingatkan pemerintah. Karena pemerintah kalau tidak diingatkan, dia lupa. Itu jelas,” kata Ariyes. Selepas paripurna kamis (27/11/20225).

Ia menilai banyak warga yang seharusnya layak menerima bantuan, namun belum tersentuh oleh program sosial seperti PKH maupun Rutilahu.

“Makanya perlunya juga ada masyarakat yang betul-betul mendorong. Jangan sampai ini terjadi lagi. Banyak masyarakat yang notabene belum tersentuh dari bantuan PKH, Rutilahu, dan sebagainya,” tegasnya.

Ariyes juga menyayangkan fenomena bantuan baru diberikan setelah kasus menjadi viral di media sosial. Menurutnya, pemerintah seharusnya hadir lebih cepat tanpa harus menunggu sorotan publik.

“Pandangan saya, sebenarnya yang paling mengerti masyarakat itu ya masyarakat sendiri. Kita hanya terus mengingatkan, jangan sampai pemerintah lupa,” ujarnya.

Ariyes berharap pemerintah daerah dapat melakukan evaluasi menyeluruh agar penyaluran bantuan tepat sasaran dan mampu menjangkau warga yang paling membutuhkan, sebelum kasus-kasus serupa kembali mencuat di ruang publik.