Nasib Nenek Maryati Janda Lansia, Di Bekasi Sebatang Kara

Daerah0 Dilihat

potretkita.com,  Kota Bekasi — Hidup dalam keterbatasan sejak ditinggal suami lima tahun lalu, Maryati (81), seorang janda lansia warga RT 05 RW 01 Kelurahan Margamulya, Kecamatan Bekasi Utara, mengaku belum pernah menerima bantuan sosial dari pemerintah selama menetap di Kota Bekasi.

Maryati, yang sudah 35 tahun tinggal di Bekasi, menjalani hari-harinya seorang diri tanpa suami, saudara, maupun keluarga dekat. Ia bertahan hidup dengan kemampuan mengurut bayi pekerjaan ringan yang masih sanggup ia lakukan di usianya yang semakin renta.

“Belum pernah dapat bantuan, sayang. Dari dulu nggak pernah dapet apa-apa,” ungkapnya lirih ketika ditemui di lokasi. Kamis, (20/11/2025).

Setiap hari, Maryati hanya mendapatkan penghasilan sekitar Rp35.000 hingga Rp40.000 dari jasanya mengurut anak kecil di lingkungan sekitar. Uang tersebut harus dibagi untuk makan dan membayar kontrakan yang semakin terasa berat baginya.

“Kalau dapet 40 ribu, 20 buat nabung bayar kontrakan, 20 buat makan. Kadang nggak cukup,” tuturnya.

Meski hidup serba kekurangan, Maryati tetap memilih tinggal sendiri. Ia mengaku tidak ingin membebani anaknya yang hidup jauh darinya dan hanya datang menjenguk setahun sekali.

“Saya nggak mau ikut anak. Saya mau hidup sendiri, makan sendiri. Kontrakan juga bayar sendiri. Alhamdulillah, masih bisa bersyukur,” katanya.

Ketika ditanya mengenai berbagai program bantuan pemerintah seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Langsung Tunai (BLT), dan bantuan sosial lainnya, Maryati mengaku tak pernah sekalipun menerima.

“PKH nggak pernah. BLT juga nggak. Cuma waktu Corona aja dapat ,” ucapnya.

Hal ini membuatnya semakin bergantung pada penghasilan harian yang tidak menentu. Di usianya yang sudah lanjut, ia tetap berusaha tetap mandiri, meski kondisi ekonomi memaksanya hidup sangat pas-pasan.

Maryati mengenang, sejak suaminya meninggal pada 2020, kehidupannya makin sulit. Tidak ada lagi pendamping hidup dan ia tidak memiliki kerabat dekat yang dapat dijadikan sandaran.

“Udah lima tahun saya sendiri. Nggak punya saudara, nggak punya keluarga,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.

Kisah Maryati menjadi potret nyata masih adanya warga lanjut usia yang belum tersentuh bantuan sosial, meski hidup dalam keterbatasan. Kondisi ini diharapkan menjadi perhatian pemerintah daerah agar program-program kesejahteraan benar-benar tepat sasaran dan menjangkau mereka yang paling membutuhkan.