Potretkita.com, Kota Bekasi — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyoroti persoalan sampah yang menumpuk di berbagai daerah besar di Indonesia, terutama di Tempat Pengolahan Akhir (TPA) Bantar Gebang, Kota Bekasi, yang disebut telah menampung limbah hingga 55 juta ton.
“Di Bantar Gebang itu saya dapat laporan, limbahnya sudah mencapai 55 juta ton, sudah menggunung. Kalau terjadi hujan deras, bisa membahayakan banyak kampung di sekitarnya,” ujar Prabowo. Dalam siaran pers melalui akun tiktok @masdarsudaryono sabtu, (25/10/2025).
Menanggapi kondisi tersebut, pemerintah berencana membangun 34 pabrik pengolahan sampah di kota-kota besar. Proyek ini menjadi salah satu program prioritas untuk menekan krisis lingkungan akibat timbunan limbah yang terus meningkat.
“Sekarang kita akan segera mulai membangun 34 pembersihan limbah sampah dari kota-kota besar. Pabrik ini bisa mengolah sampah menjadi energi listrik. Ini sangat penting dan mendesak,” tegasnya.
Menurut Prabowo, persoalan sampah bukan hanya berdampak pada kebersihan, tetapi juga kesehatan masyarakat dan citra daerah, terutama di kawasan wisata.
“Kalau Bali tidak bisa bersihkan sampahnya, bisa kita bayangkan, mau enggak turis datang ke tempat yang kotor,” ujarnya.
Pemerintah menargetkan pembangunan fasilitas pengolahan sampah di 34 kota ini rampung dalam dua tahun ke depan. Program tersebut diharapkan menjadi solusi strategis dalam mewujudkan kota yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
