Maulid Nabi dan Haul KH Aminullah di Bekasi, Ajang Perkuat Spirit Religius

Agama0 Dilihat

Potretkita.com, Kota Bekasi – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar oleh Pimpinan Pondok Pesantren An-Nur Majelis Kanzus Sholawat Kota Bekasi berlangsung khidmat dan meriah. Kegiatan ini juga dirangkai dengan Haul Almaghfurlah KH Aminullah Muchtar, Ketua PCNU pertama Kota Bekasi.

Acara berlangsung di Rumah Kayu Kanzus Sholawat Kota Bekasi (Ponpes Annur) Kelurahan Perwira, Kecamatan Bekasi utara Kota Bekasi, Minggu (12/10/2025).

Acara tersebut turut dihadiri oleh para ajengan dan tokoh tarekat dari berbagai daerah di Jawa Barat, seperti Majalengka, Subang, Bandung, Purwakarta, dan Cianjur. Kehadiran mereka disebut menjadi kehormatan tersendiri bagi jamaah.

Foto: Para ajengan se Jawa Barat saat menghadiri acara Maulid nabi dan Haul Almaghfurlah KH Aminullah Muchtar (Doc.cam)

“Alhamdulillah, jamaah sangat antusias seperti biasa. Kali ini istimewa karena banyak ajengan dari berbagai daerah di Jawa Barat yang hadir. Semoga kehadiran beliau-beliau menambah keberkahan dan menjadi teladan bagi kita semua,” ujar Ahmad Ustuchri, salah satu putra Almaghfurlah KH Aminullah Muchtar. Minggu (12/10/2025).

Ustchri menjelaskan bahwa pelaksanaan Maulid Nabi kali ini dilakukan setelah peringatan Maulid di Pekalongan, Jawa Tengah, yang menjadi pusat kegiatan tarekat Habib Luthfi bin Yahya.

“Kami memang menunggu urutan dari Pekalongan. Di sana Maulid baru tanggal 28 September, jadi kami laksanakan dua minggu sesudahnya,” jelasnya.

Menurutnya, tradisi Maulid dan Haul tokoh agama harus terus dijaga karena mampu memperkuat spiritualitas dan nilai kebersamaan masyarakat.

“Alhamdulillah, saya melihat masyarakat semakin religius. Semakin banyak kegiatan keagamaan, baik individu maupun berjamaah. Ini tanda positif,” ungkapnya.

Lebih jauh, Ustchuri menilai kegiatan religius semacam ini juga menjadi benteng ketahanan bangsa di tengah tantangan global dan dinamika nasional.

“Ke depan akan banyak guncangan, baik eksternal seperti perang dagang dan konflik global, maupun internal seperti persoalan ekonomi. Maka masyarakat perlu diperkuat batinnya agar mampu mengambil hikmah dari setiap peristiwa,” paparnya.

Ia juga menyoroti pentingnya keteladanan pemimpin, terutama dalam menjaga kejujuran dan keharmonisan di tengah suhu politik yang memanas.

“Kota Bekasi ini suhu politiknya lagi tinggi, ada gesekan-gesekan kecil. Tapi saya kira ada hikmahnya. Kalau semua pihak saling jujur, ini jadi momentum saling koreksi agar ke depan lebih baik,” katanya.

Lebih lanjut, Ustuchri mengajak seluruh elemen masyarakat dan para pemimpin untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW dan para ulama pendahulu.

“Semoga semangat Maulid ini menumbuhkan keikhlasan, mempererat ukhuwah, dan menjadikan Kota Bekasi semakin damai dan berkah,” tandasnya.