Potretkita.com, Kota Bekasi – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Bekasi menggelar kegiatan konsolidasi organisasi sebagai upaya memperkuat struktur partai menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) DPD PAN Kota Bekasi.
Ketua DPD PAN Kota Bekasi, Fathur R Duata, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari konsolidasi pasca terbentuknya kepengurusan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PAN Jawa Barat.
“Agenda hari ini merupakan bagian dari konsolidasi atas terbentuknya pengurus DPW PAN Jawa Barat, sekaligus mempersiapkan Musda. Kita mengikuti mekanisme yang berlaku, di mana jadwal Musda akan ditentukan langsung oleh DPP,” ujar Fathur saat ditemui usai kegiatan, Selasa (7/10/2025).
Menurutnya, hingga saat ini belum ada penetapan resmi terkait tanggal pelaksanaan Musda, namun diperkirakan akan digelar pada awal November mendatang.
“Sampai sekarang memang belum ada tanggal pasti. Paling lambat, kemungkinan awal November,” jelasnya.
Fathur menegaskan, dirinya siap melanjutkan amanah kepemimpinan apabila kembali dipercaya oleh partai. Namun ia menekankan bahwa dirinya tidak akan meminta jabatan tersebut secara pribadi.
“Saya ini prinsipnya kalau diamanahkan, saya siap. Tapi kalau harus minta-minta, saya tidak mau. Kalau memang ketua umum bilang ‘Fathur, kamu tolong jadi ketua DPD lagi’, saya siap. Tapi kalau harus melamar atau memohon, itu bukan gaya saya,” tegasnya.
Sementara itu, Sekretaris DPW PAN Jawa Barat, Ivan Fadillah, menyampaikan bahwa pihaknya saat ini tengah melakukan konsolidasi ke seluruh 27 kabupaten dan kota di Jawa Barat. Tujuannya adalah memperkuat koordinasi sekaligus memastikan kesiapan struktur partai di tingkat DPD dan DPC menjelang Musda.
“Kami berkeliling ke seluruh kabupaten dan kota di Jawa Barat untuk memastikan konsolidasi berjalan baik. Harapannya, sebelum Musda digelar, seluruh DPD sudah memiliki struktur DPC dan ranting yang lengkap,” ujar Ivan.
Ia menambahkan, dalam proses konsolidasi ini, DPW juga melakukan penjaringan terhadap kader-kader potensial untuk menempati posisi strategis di tubuh partai.
“Total ada 17 formatur, tetapi keputusan akhir tetap berada di tangan DPP. Konsolidasi ini sekaligus menjadi ajang penjaringan kader untuk ditempatkan pada posisi yang sesuai dengan kapasitas dan kapabilitasnya,” tutup Ivan.
