Puspa Yani, Srikandi Gerindra yang Duduk Sebagai Wakil Ketua III DPRD Kota Bekasi

Politik0 Dilihat

Potretkita.com, Kota Bekasi – DPRD Kota Bekasi periode 2024–2029 terasa sejuk dengan hadirnya sosok Puspa Yani, politisi perempuan Partai Gerindra yang dipercaya menduduki posisi Wakil Ketua III. Kehadiran Puspa tak hanya memperkuat keterwakilan perempuan di legislatif, tetapi juga menegaskan kiprahnya sebagai politisi yang konsisten memperjuangkan aspirasi rakyat.

Penunjukan tersebut bukan tanpa alasan. Puspa Yani dikenal dekat dengan masyarakat dan gigih memperjuangkan kebutuhan warga sejak periode pertamanya sebagai anggota DPRD pada 2019–2024. Saat itu, ia dipercaya menjabat Ketua Fraksi Gerindra dan Wakil Ketua Komisi II.

Legislator asal Daerah Pemilihan (Dapil) Bekasi Barat dan Pondok Gede ini berhasil meraih 5.900 suara pada Pemilu 2024. Dukungan tersebut lahir dari kerja nyata Puspa dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat, baik saat reses maupun melalui aktivitas politik sehari-hari.

“Dari tahun ke tahun, setiap reses yang saya lakukan hingga reses perdana di periode 2024–2029, kebutuhan infrastruktur, pendidikan, dan drainase masih mendominasi,” ungkap Puspa Yani, Sabtu (27/11/2025).

Puspa mengawali kiprahnya di dunia politik pada Pemilu 2009 ketika maju sebagai calon anggota DPR RI dari Dapil Jawa Tengah. Meski saat itu belum berhasil, pengalaman tersebut memperkuat tekadnya untuk terus berjuang. Sepuluh tahun kemudian, ia berhasil meraih kepercayaan masyarakat Bekasi dan terpilih menjadi wakil rakyat.

“Terjun ke politik atas dukungan keluarga, khususnya suami yang juga pernah menjadi anggota DPRD Kota Bekasi. Saya kenal masyarakat Bekasi bukan hal baru, dulu sering ikut suami turun ke lapangan,” ujarnya.

Menurut Puspa, salah satu kunci menjaga simpati masyarakat adalah merawat jaringan komunikasi dan kedekatan dengan warga. Reses disebutnya menjadi media utama untuk menyerap aspirasi sekaligus mempererat hubungan dengan masyarakat.

“Reses selain jadi ajang silaturahmi juga ada dialog yang terbangun. Ketika aspirasi yang disampaikan warga bisa diperjuangkan hingga terealisasi, itu menjadi kepuasan tersendiri sebagai wakil rakyat,” jelasnya.

Namun, Puspa menegaskan bahwa komunikasi dengan warga tidak boleh hanya dilakukan saat reses. “Setiap ada kesempatan, baik kegiatan sosial maupun undangan, tentu harus membuka dialog dengan warga,” tambahnya.

Puspa Yani menekankan pentingnya kemitraan antara DPRD dan masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah. Menurutnya, pembangunan tidak bisa dilakukan sendiri, tetapi membutuhkan partisipasi masyarakat melalui usulan maupun masukan.

“Menjalin kemitraan dengan masyarakat menjadi kunci utama. DPRD hadir bukan hanya sebagai lembaga legislatif, tetapi juga mitra rakyat dalam membangun Kota Bekasi,” pungkasnya. ADV