Potretkita.com, Jakarta || Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW yang jatuh pada 12 Rabiul Awal 1447 Hijriah bertepatan dengan tahun 2025, Advokat Senior H. Kemas Ridwan Anthony Taufan, SE.,S.H.,M.H.,MKn.,MM.,MSi., menyampaikan ucapan serta ajakan untuk menjadikan momen bersejarah ini sebagai pengingat pentingnya meneladani akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.
Maulid Nabi merupakan peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW, yang lahir di Mekah pada tanggal 12 Rabiul Awal Tahun Gajah, sekitar 571 Masehi. Peringatan ini dimaknai oleh umat Islam di seluruh dunia sebagai momen untuk menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah, memperdalam pemahaman ajaran Islam, serta menghidupkan kembali semangat meneladani akhlak mulia beliau.
Ridwan Anthony Taufan, seorang advokat senior dan tokoh masyarakat, turut menyampaikan pesan pada momentum penuh makna ini. Ia menegaskan bahwa Maulid Nabi bukan hanya sekadar perayaan seremonial, tetapi juga sarana untuk introspeksi diri agar umat Islam lebih dekat dengan tuntunan Rasulullah.
“Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW adalah momentum untuk memperkokoh iman dan memperbaiki akhlak. Rasulullah telah memberi teladan sempurna dalam kejujuran, kesabaran, kasih sayang, dan kepedulian terhadap sesama. Nilai-nilai itu harus kita hadirkan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam keluarga, bermasyarakat, maupun menjalankan profesi,” ujar Ridwan Anthony Taufan. pada Kamis (4/9/2025).
Ucapan dan pesan peringatan tersebut disampaikan bertepatan dengan tanggal 12 Rabiul Awal 1447 H di Jakarta, di tengah semangat umat Islam di seluruh penjuru tanah air yang menggelar berbagai acara keagamaan, mulai dari pengajian, doa bersama, hingga kegiatan sosial untuk memperingati hari lahir Nabi Muhammad SAW.
Menurut Anthony, peringatan Maulid Nabi memiliki arti penting untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah (persaudaraan antarumat Islam) dan menumbuhkan semangat kebersamaan.
“Di tengah berbagai tantangan zaman, kita memerlukan teladan Rasulullah agar tidak terjerumus dalam perpecahan dan tetap menjunjung tinggi nilai keadilan serta persaudaraan,” tegasnya.
Ia mengajak umat Islam untuk meneladani Rasulullah dengan mengamalkan ajaran Islam secara kaffah, memupuk rasa kepedulian sosial, menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran, dan menghindari sifat-sifat tercela.
“Menjadi umat Rasulullah berarti siap menjadi pembawa rahmat, bukan hanya untuk sesama Muslim, tetapi juga bagi seluruh alam,” tambahnya.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun ini diharapkan tidak hanya menjadi rutinitas keagamaan, melainkan juga sarana mempertebal keimanan dan memperbaiki diri.
Pesan yang disampaikan oleh Ridwan Anthony Taufan menjadi pengingat bahwa meneladani Rasulullah adalah jalan terbaik untuk membangun kehidupan yang penuh berkah dan kebersamaan.
