Potretkita.com ,Kota Bekasi || Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional, Kelurahan Perwira, Kecamatan Bekasi Utara, bekerja sama dengan TNI Hukum Kostrad menggelar bazar beras murah pada Jumat (15/8/2025).
Kegiatan ini mendapat sambutan luar biasa dari warga, terbukti ratusan masyarakat memadati kantor kelurahan sejak pagi untuk menebus beras Bulog berkualitas dengan harga Rp62.500 per 5 kilogram.
Lurah Perwira, Isma yusliyanti,SH.MH, menjelaskan bahwa awalnya pihaknya mendapatkan kuota 400 karung beras dari hukum Kostrad. Namun, tingginya animo warga membuat jumlah tersebut tidak mencukupi.
“Sejak pukul 08.00 sudah habis 400 karung. Pukul 09.30 masih banyak warga datang, sehingga saya menghubungi pihak Kostrad untuk menambah 200 karung lagi. Total yang didistribusikan hari ini mencapai 600 karung,” ungkap Isma.
Isma menambahkan, mekanisme pembelian diatur agar tepat sasaran. Melalui koordinasi dengan RT/RW dan petugas pamor, informasi bazar disebarkan kepada warga dengan ketentuan maksimal dua karung per KTP.
“Kalau dalam satu KK ada dua KTP, boleh membeli lebih, asalkan sesuai persyaratan,” jelasnya.
Sementara itu, Kalak Bandukkum Kostrad Mayor Chk Sugeng Widodo, S.H., M.H. menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari tugas TNI sebagaimana diatur dalam UU Nomor 34 Tahun 2004, yaitu mendukung program pemerintah, termasuk ketahanan pangan.
“Kami membantu Bulog menyalurkan beras murah langsung ke masyarakat tanpa melalui distributor, sehingga harga jauh di bawah pasaran. Tujuannya untuk menstabilkan harga dan memastikan ketersediaan pangan,” kata Mayor Sugeng.
Ia juga menambahkan, program serupa akan terus dilaksanakan di wilayah yang membutuhkan, menyesuaikan arahan pimpinan.
“Melihat antusiasme warga Perwira, kami akan laporkan ke atasan. Tidak menutup kemungkinan kegiatan ini kembali digelar di sini,” ujarnya.
Bazar beras murah ini menjadi salah satu langkah konkret sinergi pemerintah daerah dan TNI dalam membantu masyarakat menghadapi fluktuasi harga pangan, sekaligus memastikan kebutuhan pokok tetap terjangkau di tengah kondisi ekonomi yang dinamis.
