Potretkita.com – Kota -Bekasi || Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80, Kecamatan Bekasi Timur menggelar Lomba Kampung Tangguh Jaya Siaga yang melibatkan empat kelurahan di wilayah tersebut.
Salah satu peserta yang turut ambil bagian dalam penilaian hari ini, Jumat (1/8/2025), adalah RW 09 Perumahan Bekasi Jaya Indah Utama (BJIU), yang mewakili Kelurahan Bekasi Jaya.
Camat Bekasi Timur, Fitri Widyati, menyampaikan bahwa lomba ini bukan hanya sebagai bentuk kemenangan atau peringatan hari kemerdekaan, namun juga bertujuan mendorong semangat masyarakat untuk memperkuat ketangguhan wilayah mereka di berbagai aspek.
“Ada lima indikator yang dinilai dalam lomba Kampung Tangguh Jaya, yaitu tangguh kesehatan, pengelolaan lingkungan hidup, penanggulangan bencana, ketahanan pangan dan ekonomi kerakyatan, serta keamanan dan ketertiban,” jelas Fitri.
Penilaian lomba ini telah dilaksanakan sebelumnya di empat kelurahan, yakni Arenjaya, Duren Jaya, dan Margahayu. Kelurahan Bekasi Jaya menjadi lokasi penilaian terakhir. RW 09 dari Perumahan BJIU dipilih mewakili kelurahan karena dinilai aktif dan siap dalam menyelenggarakan berbagai kegiatan kemasyarakatan.
Fitri menambahkan bahwa kegiatan ini diharapkan bisa mendorong RW lain untuk semakin aktif dalam melayani masyarakat dan menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan mandiri.
“Kalau lima indikator ini bisa terpenuhi di setiap RW, maka pelayanan kepada masyarakat akan semakin sempurna,” tegasnya.
Tim juri dalam lomba ini berasal dari berbagai unsur, di antaranya Ketua Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kota Bekasi, Direktur BSIP Kota Bekasi, serta Ketua Forum Kecamatan Bekasi Timur Sehat. Mereka menilai berdasarkan indikator dan sub-indikator yang telah dibagi sesuai keahlian masing-masing.
Fitri juga mengungkapkan bahwa lomba ini menjadi agenda tahunan yang dilakukan secara bergiliran, agar setiap tahun RW yang berbeda mendapat kesempatan untuk menunjukkan potensi wilayahnya.
“Tujuan utamanya adalah membangun semangat warga agar turut aktif menciptakan kampung yang tangguh. Karena tidak mungkin RW bekerja sendiri, perlu dukungan seluruh masyarakat,” tutupnya.
