Reses Anggota DPRD Kota Bekasi: Prioritas Penerangan Jalan dan Program Rutilahu

Berita, Politik0 Dilihat

Potretkita.com – Kota Bekasi || Dalam resesnya, anggota DPRD Kota Bekasi dari Fraksi PKB, Alit Jamaluddin, menjelaskan berbagai aspirasi yang disampaikan warga, yang akan menjadi prioritas tindak lanjut.

Alit menegaskan pentingnya pemasangan penerangan jalan, terutama di area yang sudah berfungsi sebagai jalan utama dan terdaftar di Google Map.

“Fasilitasnya harus mumpuni, terutama penerangan jalan, di tengah kuburan,” ungkapnya. Hal ini penting untuk meningkatkan keselamatan dan kenyamanan warga.

Terkait program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu), Alit menyampaikan bahwa saat ini bantuan yang diberikan berasal dari aspirasi DPR RI, khususnya oleh Haji Sudjatmiko.

“Di Bekasi Timur ada sekitar 20 unit yang diakomodir.Bantuan ini berupa bahan bangunan untuk memperbaiki rumah yang kurang layak huni, ” jelas Alit jamaluddin pada kamis,(24/4/2025).

Untuk wilayah Durenjaya, Alit menyebutkan ada sekitar 10 rumah yang juga mendapatkan perhatian. Ia mengungkapkan perlunya koordinasi lebih lanjut dengan Baznas untuk membantu warga yang membutuhkan.

Alit juga menggarisbawahi pentingnya perbaikan infrastruktur, terutama di Durenjaya yang dikenal rawan banjir. Ia menyoroti kondisi saluran air yang perlu direvitalisasi.

“Kondisi saluran kali sudah banyak lumpurnya, yang bisa menyebabkan genangan,” katanya.

Selain itu, Alit berencana memanfaatkan lahan pasos-pasum di RW10 untuk dibangun mini folder, yang diharapkan dapat mengurangi dampak banjir.

Dalam upaya meningkatkan ekonomi masyarakat, Alit menekankan pentingnya pengembangan UMKM. Ia mengakui bahwa daya beli masyarakat sedang menurun, namun pemerintah akan berusaha memberikan dukungan.

“Kami akan membantu dengan pelatihan digital marketing agar produk-produk lokal bisa dipasarkan secara efektif,” ujarnya.

Dengan berbagai program dan perhatian terhadap infrastruktur, Alit berharap masyarakat dapat merasa lebih nyaman dan meningkatkan kualitas hidup mereka.

“Setelah masyarakat nyaman dengan infrastruktur yang terakomodasi, kita harus memikirkan cara untuk meningkatkan ekonomi mereka,” tutupnya.